Polisi Kesulitan Lacak Jejak Muher


REKA ULANG : Ketiga tersangka pembunuhan bapak-anak ketika melakukan reka adegan dalam rekonstruksi beberapa waktu lalu.

MALANG - Perburuan polisi terhadap Muher, otak pembunuhan bapak-anak warga Pinrang, Sulawesi Selatan, yang mayatnya dibuang di aliran air persawahan Desa Dengkol, Singosari mengalami kendala.
Polisi sampai saat ini kesulitan melacak jejak warga Kecamatan Dampit tersebut, karena lokasi persembunyiannya yang selalu berpindah-pindah. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, dikonfirmasi mengatakan kalau polisi masih terus memburu Muher, dimanapun dia berada.
Lamanya penangkapan Muher, karena lokasinya yang berpindah-pindah. Polisi kesulitan, karena minimnya informasi mengenai keberadaannya. "Keluarga korban serta warga, kurang kooperatif tentang keberadaannya. Apalagi selama ini, pelaku selalu berpindah-pindah tempat," ujarnya.
Mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini mengatakan, bahwa polisi meyakini Muher masih belum kabur keluar Jawa Timur. Polres Malang juga membentuk tim khusus untuk memburu Muher sampai tertangkap. "Kemanapun dia kabur, akan terus kami kejar," tuturnya.
Muher menjadi buronan polisi sejak awal Juli lalu. Ia menjadi pelaku utama pembunuhan bapak-anak, Mohammad Kanu, 60, dan anaknya Asri, 32. Dalam kasus pembunuhan ini, Muher tidak sendirian.
Bersama tiga tersangka lain, masing- masing Khotib, 25, Widiansyah, 28 serta Saiful, 17, yang sudah ditangkap pada pertengahan bulan lalu. Motif para tersangka menghabisi korban, karena mereka ingin menguasai harta korban. Saat itu korban membawa uang sebesar Rp 95 juta serta dua permata berlian. (agp/mar)