Polisi Tetapkan Dua Tersangka Dalam Kasus Selundupan Ineks Ke Lapas


MALANG - Satuan Reserse Narkoba (Sat Reskoba) Polres Malang Kota menetapkan dua tersangka dalam kasus upaya penyelundupan 25 butur pil ekstasi (ineks) oleh tahanan Lapas Kelas I Lowokwaru Malang pada Senin (25/7) lalu.
Pengembangan kasus upaya penyelundupan 25 butir pil haram tersebut menuju pada penetapan dua tersangka yaitu Arbain (24) tahanan yang kedapatan berusaha menyelundupkan 25 butir ineks tersebut dan Made Devindria (33) penghuni lapas.
“Keduanya ditetapkan sebagai tersangka karena yang satu memang terbukti kedapatan hendak menyelundupkan barang haram saat statusnya sendiri masih tahanan dan satunya yang merupakan otak usaha penyelundupan tersebut,” jelas Iptu Imam Mustaji, SH., Kasat Reskoba Polres Malang Kota saat ditemui, Selasa (2/8).
Lebih lanjut, Imam menerangkan, bahwa saat Arbain menjalani proses sidang di saat jeda menunggu tersebutlah seseorang suruhan dari Made Devindria mendatangi dan memberikan Arbain paket enam handphone beserta selotip yang kemudian diselundupkan dalam tubuh Arbain.
Menurut pengakuan Arbain, dirinya tidak mengetahui bahwa dua dari enam handphone yang hendak diselundupkannya tersebut berisikan 25 butir ineks. Arbain mengaku memiliki empat handphone saja yang rencananya akan dipakai komunikasi dan dijual ke teman tahanan lainnya.
“Jadi, Arbain ini tidak tahu ada ineks di dalam dua hp titipan Made. Made sebenarnya tidak terlalu kenal dengan Arbain maka dia suruh kawan napi lainnya bernama Riki untuk bilang pada Arbain akan nitip hp,” ungkap Imam.
Sedangkan napi lainnya bernama Riki, yang bertugas menjadi jembatan komunikasi antara Arbain dan Made tidak ditetapkan sebagai tersangka karena perannya hanya sebagai penyambung lidah.
Namun, sampai saat ini polisi masih melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap kurir hp dan ineks tersebut. Pasalnya, masih akan diselidiki lebih lanjut darimanakah kurir yang mendatangi Arbain di persidangan berasal.
“Bisa jadi sindikat narkoba atau bersinggungan dengan kriminalitas lainnya. Kurirnya masih menjadi DPO kami,” tegas Imam.
Sebelumnya, kasus ini berkembang dari keberhasilan jajaran petugas Lapas  Kelas I Lowokwaru Malang dalam upaya penyelundupan narkoba jenis ekstasi, Senin (25/7) lalu. Sebanyak 25 butir pil yang diduga ekstasi tersebut ditemukan tersembunyi dalam pakaian dalam tahanan bernama Arbain saat akan memasuki gedung lapas usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Malang. (Ica)