Polwan Ingatkan Bahaya Kekerasan Seksual


SOSIALISASI : Kasatbinmas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah memberikan sosialisasi kepada pelajar. (AGUNG PRIYO/MALANG POST)

MALANG - Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan tingginya kasus kekerasan seksual di Kabupaten Malang. Salah satunya dengan memberi bimbingan dan pemahaman langsung kepada anak. Hal inilah, yang dilakukan polisi wanita (Polwan) Polres Malang, kemarin pagi.
Bersamaan dengan rangkaian hari jadi ke-68 Polwan, Satbinmas Polres Malang menggelar kegiatan pembinaan, penyuluhan serta pencegahan kekerasan seksual. Sasarannya adalah siswa-siswi SMK Muhammadiyah 5 (SMEAMU) Kepanjen.
Ada sekitar 400 siswa-siswi kelas X dan XI yang mendapat penyuluhan. Kasat Binmas Polres Malang, AKP Ainun Djariyah, mengatakan bahwa Polwan sengaja hadir di tengah masyarakat serta pelajar, untuk memberi penyuluhan.
Langkah ini, untuk menekan kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Malang yang masih sangat tinggi. “Pembinaan dan pemahaman yang kami sampaikan ini, supaya anak-anak atau pelajar mengerti tentang bahayanya kekerasan seksual,” katanya.
“Jangan sampai anak-anak yang menjadi harapan dan masa depan bangsa, jadi korban atau pelaku kekerasan seksual,” ungkap Ainun, panggilannya. Disampaikan dia, bahwa peranan untuk menekan kekerasan seksual ini, bukan hanya menjadi tanggungjawab polisi saja.
Melainkan butuh peran serta seluruh elemen masyarakat, terutama orangtua dan guru untuk membentengi siswa dari kejahatan seksual. “Masa depan anak, jangan sampai pupus hanya karena terlibat kekerasan seksual,” ujar mantan Kasat Sabhara Polres Malang.
Selain memberi pemahaman soal bahaya kekerasan seksual, Polwan Polres Malang juga memberikan wawasan tentang bahayanya narkotika. Jangan sampai peredaran narkoba yang semakin meluas, menjadi anak-anak sebagai korbannya.
“Karena jelas akan merusak moral dan masa depannya,” tegasnya. Termasuk juga memberikan penyuluhan tentang ketertiban dalam berlalu lintas. Dalam sosialisasi ini, Polres Malang menekankan kepada siswa-siswi untuk tidak membawa motor jika belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM).
Bambang Triwinarko, Wakasek Bidang Kesiswaan SMEAMU, mengaku senang dengan adanya penyuluhan dari Polwan Polres Malang. Karena apa yang disampaikan akan menjadi sebuah pemahaman baru untuk anak, agar mereka sadar dan tidak melakukan tindak kejahatan. (agp/mar)