Pria Cepak Hajar Jukir

MALANG - Nasib malang menimpa seorang juru parker (jukir), Nurhasim, 62, yang biasa bekerja di sekitar kawasan ruko Jalan Kawi Atas, Rabu (17/8) lalu. Ia menjadi korban penganiayaan oleh seseorang yang menolak membayar parkir. Ditemui Malang Post di kediamannya Jalan Arif Margono Gang 8 Malang, dia masih dalam kondisi lemah. “Iya saya dipukuli waktu lagi jaga,” tuturnya. Ia mengaku saat kejadian menjaga parkiran di depan Toko Divas, Jalan Kawi Atas. Ia menceritakan bahwa, bahwa pada malam tersebut seorang laki dan seorang perempuan hendak naik ke dalam mobil milik mereka sendiri, usai makan di salah satu restaurant di sekitar tempatnya menjaga parkir. Nurhasim menjelaskan bahwa, tempat kedua orang tersebut makan memang agak jauh, tetapi mobilnya di parkir di wilayah jaga Nurhasim. “Saya menarik uang parkir ketika kedua orang tersebut hendak pergi,” lanjutnya. “Waktu saya mau tarik ongkos parkir, dia menolak tidak mau. Lalu dia langsung tancap gas. Sempat bilang akan balik lagi,” imbuh pria ini. Setelah itu, selang 10 menit kemudian, si pria datang sendirian. Sambil membawa ruyung, ia menghampiri korban. Tanpa banyak kata, Nurhasim dihajar dengan ruyung tersebut. “Ada sekitar tujuh kali benda itu mengenai tubuh dan kepala saya. Penganiayaan itu baru berhenti setelah beberapa jukir lain datang dan merebut ruyung itu,” papar dia. Setelah ruyung berhasil direbut, barulah laki-laki misterius itu pergi. Menurut pengakuan Nurhasim, laki-laki itu sempat menyebut kalau dirinya adalah tentara sehingga dia pun tidak berani membalas perlakuan pria yang menganiayanya tersebut. “Dia bilang ke saya, kon ga eroh aku tentara a?,” akunya. Ia yakin karena pelaku juga berambut cepak. Dibantu temannya, korban langsung dibawa ke IRD RSSA Malang untuk menjalani perawatan dan melaporkan peristiwanya ke polisi. (ica/mar)