Puas Usai Membunuh


Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, menunjukkan tersangka dan senjata tajam yang digunakan menghabisi korban.

MALANG – Rasa penyesalan sama sekali tidak nampak dari raut wajah, Agus Siswantoro, 32 tahun, pelaku pembunuhan terhadap Munarah, 80 tahun, tetangga dusunnya di Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur. Ia tampak tenang dan santai, ketika menjalani pemeriksaan siang kemarin.
Bahkan, Agus malah tersenyu, ketika menjawab beberapa pertanyaan. Agus sepertinya puas telah membunuh Munarah. Dendam dan sakit hati yang dirasakan, seakan terbayarkan dengan tewasnya korban.
“Saya biasa saja. Kalau menyesal, mungkin saja ada. Tetapi semuanya sudah terlanjur,” tutur tersangka Agus Siswantoro, sembari tersenyum.
Apakah puas menghabisi nyawa korban ? Tersangka Agus sangat tenang saat menjawab. Dengan menundukkan kepala sebentar, ia kemudian menjawab bahwa dirinya puas. “Ya seperti itu mas. Karena ayah saya yang sakit-sakitan, juga disantet olehnya,” ungkap Agus Siswantoro.
Disinggung kenapa sampai tega membunuh ? Pria berjamban ini, dengan tegas mengatakan bahwa Munarah, adalah orang yang telah membuat ayahnya sakit. Munarah telah menyantet ayahnya. Agus tega menghabisi nyawanya, karena juga ada pengakuan langsung dari korban.
“Saat itu, saya tanya awalnya tidak mengaku. Kemudian ketika saya keluarka senjata, dia mengakuinya. Saya sempat minta tolong untuk menyembuhkan, dijawab sanggup tetapi meminta waktu. Karena itulah, saya langsung membunuhnya,” jelasnya.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro, saat merilis kasus pembunuhan tersebut, mengatakan bahwa tersangka Agus dijerat dengan pasal 340 KUHP subsider pasal 338 KUHP tentang pembunuhan berencana. “Ancamannya adalah hukuman mati, atau hukuman seumur hidup,” tegas Adam.
Seperti diberitakan sebelumnya, Munarah, 80 tahun, warga Dusun Krajan, Desa Pringgodani, Kecamatan Bantur, Sabtu lalu tewas ditangan tetangganya sendiri, yakni Agus Siswantoro, 32 tahun. Korban tewas dengan luka bacok di kepala serta leher belakangnya. Munarah dihabisi, karena dituduh telah menyantet ayah tersangka.(agp)