Pulang dari Pelarian, Disambut Borgol


TURUT SERTA: Tersangka Aris Dian Susanto, dimintai keterangan polisi. (Agung Priyo/Malang Post)

MALANG - Setelah sempat menjadi buronan, Aris Dian Susanto, 27 tahun, berhasil diringkus Tim Buser Polres Malang. Warga Dusun Petung Papak, Desa Sukodadi, Kecamatan Wagir, ini diciduk karena tersangkut kasus asusila bersama temannya, Firman Nur Adiansyah, 23 tahun, warga Dusun Jaten, Desa Jedong, secamatan setempat.
Aris sendiri memang tak menyangka bila kepulangannya itu, bakal disambut dengan borgol polisi menyusul penangkapan Firman, sebelumnya. Tindak asusila itu sendiri, terjadi di Coban Glotak, Wagir pada 28 Juli lalu. Korban mereka perlakukan tak senonoh, setelah sebelumnya dicekoki minuman keras (miras).
“ Tersangka Aris memang tidak ikut menyetubuhi, melainkan memegangi tubuh sekaligus merabah payudara korban,” ujar Kanit Idik I Reskrim Polres Malang, Ipda Ronny Marghas.
Perbuatan tersebut berawal dari perkenalan Firman dengan korban Mawar (nama samaran), 16 tahun warga Desa Sitirejo, Wagir. Mereka berkenalan lewat BBM. Setelah kenal, Firman mengajak bertemu di rumah karaoke Jalan Raya Langsep Malang. Usai karaoke, mereka langsung pulang ke rumahnya masing-masing.
Selang tiga hari, Firman kembali mengajak Mawar karaoke di tempat yang sama sekaligus mengajak tersangka Aris dan temannya Cholis. Mawar pun juga mengajak temannya.
Usai karaoke, korban diajak jalan-jalan ke Coban Glotak. Sampai di lokasi, pelaku mengajak korban pesta minuman keras. Setelah minuman habis, Cholis dan teman korban pergi jalan-jalan sendiri. Sedangkan Mawar bersama Aris dan Firman.
Saat bertiga itulah, Firman memperkosa Mawar dengan bantuan Aris. Mawar berontak, dan sekuat tenaga berhasil meloloskan diri dari penguasaan dua pemuda itu, lalu lari menyelamatkan diri. Ternyata Firman mengejar korban, namun dia diamankan oleh warga.
Kepada warga sekitar coban itu, Firman mengatakan bahwa korban sedang kesurupan. “Saya tidak ikut menyetubuhi, hanya memegangi saja,” aku tersangka Aris.(agp/lyo)