Pulang Kumpul Komunitas, Fredi Dikeroyok

Fredi Septiawan (15) warga Kecamatan Blimbing menjadi korban penganiayaan sekelompok orang tidak dikenal sepulang “cangkruk” bersama teman komunitasnya, Minggu (21/8).

MALANG - Seorang siswa SMP Muhammadyah II Malang, Fredi Septiawan (15) warga Jalan LA. Sucipto Gang Bakti No 14 Kelurahan Blimbing, Kecamatan Blimbing Kota Malang menjadi korban pengroyokan atau penganiayaan sekelompok orang tidak dikenal saat melintas di Jalan Tugu (depan SMA Tugu), Minggu (21/8) dini hari.
"Saya dipukuli orang orang lebih dari 4 orang. Saya juga diinjak injak, terus saya lari ke arah stasiun sembunyi di taman – taman disana,” ungkap Fredi yang masih terlihat lemah, saat ditemui di kediamannya.
Awal mula kejaidan tersebut terjadi, menurut keterangan Fredi sendiri adalah saat dirinya menghindari motor yang seakan-alam hendak menyerempetnya. Saat itu Fredi melintas, sepulang dari kumpul-kumpul bersama komunitas motor Honda Grangnya di Jalan Mojopahit.
Dari situ ia  mengitari bundaran taman depan Balai Kota Malang Jalan Tugu, ketika berada di depan SMA 4 ia berpapasan dengan sekelompok orang dari arah yang berlawanan (saat itu dua arah karena depan Balai Kota di tutup).
Setelah berhasil menghindari motor yang akan menyerempetnya tersebut, ternyata didepan Fredi terdapat pula pengendara bermotor. Saat itulah, Freddy sedikit menyenggol spion pengendara motor didepannya tersebut. Akibatnya, Fredi oleng dan terjatuh.
“Waktu jatuh itu saya dipukuli bertubi-tubi oleh mereka. Saya tidak ingat wajah-wajahnya yang jelas motornya ada yang berwarna biru. Kira-kira jam 4 pagi itu,” jelasnya.
Setelah itu, Fredi berlari untuk melarikan diri ke arah stasiun Kota Malang dan bersembunyi di semak dan taman-taman dekat Stasiun. Kira-kira sampai sekitar pukul 05.30, ia memberanikan diri untuk keluar dan meminta pertolongan.

Beruntung terdapat salah seorang supir angkot jurusan ADL, yang dikatahu bernama Teguh, dapat membantu Fredi dan memulangkan dirinya ke rumah orang tuanya pada pukul 06.00 WIB. Akibat kejadian itu, Fredy mengalami luka di beberapa bagian tubuhnya, mulai kepala, wajah, mata akibat pukulan beberapa orang. Bahkan di tangan sebelah kanan mengalami retak yang cukup serius.
Sementara itu, Siti Rohmah (41) ibunda Fredi mengatakan sudah cukup khawatir ketika anaknya pamit untuk keluar malam pada malam sebelum kejadian.
"Saya sudah menunggu dari se malam, sekitar jam 11 san, sempat komunikasi melalui telpon. Pagi tadi lihat di luar rumah, motor tidak ada, dan tambah kaget saat datang di antar sopir angkot dengan kesakitan," terang Siti menahan tangis.
Melihat luka yang yang dialami, orang korban langsung membawa untuk berobat ke Rumah Sakit Mardiwaluyo Singosari. Dari pemeriksaan, terdapat luka retak di dekat pergelangan tangan sebelah kanan dan harus dilakukan gips dan diperban.
Sementara itu, motor milik Fredi, Honda Astrea Grand nomor polisi N 3515 EU yang ia tinggal di TKP saat hendak melarikan diri, juga belum tau keberadaanya.
Kanit Reskrim Polsek Klojen, Iptu Irwan Tjatur yang langsung turun memeriksa kondisi Fredy di kediaman keluarga Fredi mengatakan kasus penganiayaan dan pengroyokkan ini akan diselidiki lebih lanjut.
“Saat ini kami bawa semua barang bukti, ini tadi ada kaos korban yang bernoda darah. TKP akan kami telusuri dan akan memanggil supir angkot yang mengantar korban untuk menggali keterangan. Intinya masih dalam penyelidikan,” pungkas Tjatur. (Ica)