Rektor Unisma Diteror Wartawan Gadungan

DITEROR: Rektor Unisma Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si.,  baru saja menjadi korban teror SMS mengatasnamakan wartawan untuk meminta sejumlah uang. (Foto Dicky Bisinglasi/Malang Post)

MALANG - Warga Kota Malang diharapkan mewaspadai modus penipuan mengatasnamakan wartawan. Salah satu korbannya Rektor Universitas Islam Malang, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si.
Maskuri mengaku mendapatkan SMS dari seorang oknum berinisial YD yang mengaku wartawan salah satu media cetak di Kota Malang, Jumat (22/7) kemarin. SMS tersebut berisikan permintaan sejumlah uang dengan alasan meringankan biaya seorang temannya yang sedang jatuh sakit.
“Jadi SMS-nya, dia mengaku wartawan. Pertama dia SMS saya, katanya mau telepon. Ternyata pas telepon minta bantuan karena temannya sakit keras. Minta di transfer lewat rekening,” papar Maskuri saat ditemui, Sabtu (23/7).
Namun, karena disibukkan dengan aktivitas, Maskuri tidak langsung mentransfer uang tersebut. Ia mengecek terlebih dahulu ke Wakil Rektor II Unisma dan terkejut mengetahui bahwa SMS dari oknum tersebut juga diterima oleh Wakil Rektor II nya.

“Ternyata beliau dihubungi juga. Karena tidak direspon, oknum ini terus memaki-maki WR II dengan kata-kata menjijikkan. Lalu memaki-maki saya juga. Marah-marah mengumpat itu di SMS,” lanjut Maskuri menjelaskan.
Selanjutnya, ia mengaku mendapat informasi bahwa beberapa dekan fakultas di Unisma sebelumnya juga menerima telepon dari oknum yang mencurigakan yang meminta informasi kontak beberapa pejabat kampus Unisma.
“Orang ini itu menghubungi beberapa dekan, minta nomor HP pejabat kampus yang lain. Kok mencurigakan,” katanya.
Maskuri pun meminta seluruh civitas kampus agar waspada bila ada oknum yang mengatasnamakan media atau instansi lainnya yang berusaha meminta bantuan.
“Di cek dulu lah pokonya. Ini bahaya. Sudah saya kroscek nomor rekeningnya, ternyata alamat Blitar. Tapi tidak saya laporkan polisi, saya minta semuanya waspada dan hati-hati,” tandas Maskuri. (Ica/jon)