RSI Unisma Bantah Tuduhan Pasien


Pihak RSI Unisma membantah tidak merespon laporan kehilangan dari salah satu pasien di ruang VIP. Selasa (12/7) pihak RSI Unisma menyatakan telah membuatkan BAP bahkan melakukan penyisiran setelah kejadian. (Foto: Sisca Angelina)

MALANG - Pihak Rumah Sakit Islam (RSI) Universitas Islam Malang (Unisma), menyatakan telah melakukan standar pengamanan terhadap kejadian kehilangan barang pribadi milik pasien, M. Yusda, Sabtu (9/7). RSI pun tidak membiarkan kejadian seperti yang dituduhkan.
Humas RSI Unisma, Meutia Asri, mengatakan bahwa setelah pasien atau korban kehilangan tersebut melapor pada petugas jaga (perawat jaga) di gedung ruang VIP, tiga personel security langsung merespon dengan mengunjungi pasien korban tersebut.
“Sekitar jam 12, tiga sekuriti kami langsung ke ruangan TKP dan menyisir seluruh ruangan termasuk menanyai perawat yang berjaga,” ungkap Asri saat ditemui, Selasa (12/7).
Bahkan, tambahnya, berita acarapun sudah langsung dibuatkan. Selain itu pihak RSI Unisma, juga  sudah koordinasi dengan pihak kepolisian untuk dilakukan olah TKP yang nyata-nyata juga telah dilaksanakan esok harinya.
Kejadian kehilangan di RSI Unisma, tidak pernah terjadi sebelumnya. Hal ini diungkapkannya, pasalnya penjagaan ketat di ruang VIP pun sudah sesuai standar bahkan lebih ketat daripada penjagaan ruangan lainnya.
“Setelah kami mendapatkan laporan kehilangan dari korban, petugas langsung kami instruksikan untuk menutup gerbang barat, yang menjadi akses keluar masuk dekat gedung pasien VIP tersebut,” tandasnya.
Sementara Sigit Hartono petugas sekuriti malam yang saat kejadian bertugas menyebutkan, korban tidak hanya bersama istri dan anaknya yang sedang dirawat. Tetapi, ada dua orang lagi yang diakui sebagi rekan korban.
Sigit menambahkan, pada saat kejadian dan melakukan penyisiran, pihaknya sudah akan melakukan penggeledahan terhadap dua kawan korban. Tetapi niat tersebut diurungkan, karena takut terjadi kesalah pahaman.
“Padahal jam besuk atau berkunjung sudah lewat, kedua teman korban tersebut sudah ditegur sebelumnya oleh petugas jaga sebelum jam besuk habis,” ungkapnya.
Pihak RSI Unisma dengan tegas membantah, bahwa tidak memberikan tindak lanjut terhadap kejadian kehilangan yang terjadi pada salah satu pasiennya. Saat ini, RSI Unisma telah menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian dan menunggu hasil penyelidikan.
Sebelumnya, kejadian kehilangan dialami M. Yusda. A (25), warga Jl. Joyo Suko, Kecamatan Lowokwaru. Yusda kehilangan handphone I-Phone saat menemani buah hatinya, yang sedang dirawat di kamar pasien VIP RSI Unisma, Sabtu (9/7) lalu. Bahkan, dia ngaku tidak mendapat respon baik dari pihak rumah sakit atas kejadian tersebut. (ica/lyo)