Sempat Hilang, Motor Wartawan Ditemukan


PEMERIKSAAN: Petugas kepolisian saat melakukan pemeriksaan terhadap juru parkir terkait hilangnya motor fotografer.

MALANG - Warga Pasar Besar sempat dibuat heboh ketika sepeda motor milik seorang fotografer Agence France Presse (AFP), tidak berada di tempatnya saat hendak diambil, Selasa (6/9) lalu. Sepeda motor Scorpio Merah dengan Nopol P 5625 VQ, miliknya hilang sekitar pukul 12.30 WIB di areal parkir Pasar Besar di Jalan Sersan Harun. Pemilik motor Aman Rohman, 36 tahun warga Jalan Polowijen Gang 1, Kecamatan Blimbing.
“Ini motor saya parkir di sebelah selatan pojok, dan diberi karcis parkir oleh juru parkir. Lalu saya masuk untuk pasar untuk ambil foto saya keluar motor sudah ga ada,” ungkap pria yang akrab disapa Aman saat ditemui di Polsek Klojen.
Lebih terkejut lagi, setelah ia melihat karcis parkir yang diberikan oleh jukir, tertulis bahwa parkir tersebut adalah parkir yang diperuntukkan untuk RS Saiful Anwar. Aman sempat menanyakan perihal kendaraannya pada jukir tetapi malah disuruh mencarinya sendiri.
Setelah motor dicari dan tidak segera ditemukan, kemudian Aman langsung melaporkan kejadian ke Polsek Klojen. Segera, anggota Buser pun turun ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan. Polisi yang datang juga sama sama mencari, namun tetap tidak ditemukan.
Akhirnya penjaga parkir pun sempat digelandang ke Polsek Klojen berserta pemilik motor untuk dimintai keterangan. Selang satu jam kemudian, sekitar pukul 13.30 WIB, diinformasikan kalau sepeda motor korban sudah ditemukan sekitar 100 meter dari titik awal Aman memarkir motor.
Namun, perdebatan antara jukir dengan pemilik kendaraan berlanjut. Anggota Polsek Klojen kemudian turun mengamankan keduanya ke markas Polsek Klojen. Sementara itu, Kapolsekta Klojen, AKP Andi Yudha Pranata menerangkan setelah diadakan pertemuan antara keduanya pihaknya menetapkan bahwa jukir yang bertugas dikenakan sidang tindak pidana ringan.
“Saat ini permasalahan sepeda motor yang sebelumnya dikabarkan hilang ini tidak merugikan siapapun. Hanya saja tadi terbukti jika jukir memberikan karcis yang bukan peruntukannya maka kami tindak tipiring,” ujar Andi saat ditemui.
Ia melanjutkan, saat pemeriksaan si jukir yang diketahui bernama Achmad Budi memiliki identitas parkir yang legal. Selain Achmad, turut diperiksa pula tiga jukir lainnya yang pada saat kejadian sedang bertugas di areal parkir tempat motor pelapor sempat hilang dan berpindah.
 “Untuk sementara jukir kami kenakan tipiring karena memberikan karcis yang sudah lama dan bukan peruntukannya. Indikasi lain masih kami selidiki apakah ada usaha pencurian atau hanya miskomunikasi saja,” pungkas Andi. (Ica/jon)