Suhu Panas Bakar Ribuan Balon

SAKSI BISU : Sebagian balon untuk acara kampus Unisma yang berhasil diselamatkan. (IST/MALANG POST)

MALANG - Meledaknya balon gas berkarbit di Universitas Islam Malang (Unisma), Rabu (7/9) masih memunculkan pertanyaan soal penyebabnya. Penyebab awal yang diduga akibat sulutan rokok tidak terbukti secara valid.
Hal ini dikatakan Kapolsekta Lowokwaru, Kompol Bindriyo, saat dihubungi Malang Post, Kamis (8/9). Ia menjelaskan dugaan meledaknya balon berkarbit karena sulutan rokok tidaklah terbukti. “Kami sudah menanyai beberapa saksi, termasuk korban mahasiswa yang mengalami luka bakar,” katanya.
Ia menerangkan kembali bahwa, menurut keterangan saksi dan pemeriksaan TKP, tidaklah ditemukan sepuntung rokok di sekitar TKP dan keterangan korban pun tetap bersikukuh bahwa dirinya tidaklah merokok saat lewat di lobby gedung Unisma, tempat kejadian.

Pihaknya pun juga turut memeriksa dua orang petugas kebersihan yang setelah kejadian dengan segera membersihkan TKP. Dan keduanya menyatakan tidak melihat puntung rokok.  Melalui fakta tersebut, Bindriyo mulai mengarah pada dugaan lain penyebab meledaknya balon itu.
“Kami mendapat keterangan bahwa, balon sudah sejak pagi diisi karbit dan ditaruh di ruangan yang suhunya tidak ramah dengan gas dalam balon tersebut. Suhu dan cuaca saat itu sedang panas-panasnya,” papar Bindriyo.
Maka dari itu, untuk sementara dugaan beralih pada kondisi suhu saat kejadian tersebut terjadi. Akan tetapi, Bindriyo menambahkan bahwa pihaknya masih menunggu kondisi korban siap betul untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Sebelumnya, Rizky Nurohman Fauzi, 21, mahasiswa Fakultas Teknik Sipil Unisma yang juga warga Dusun Sidoleh, RT01 RW07 1, Desa Mojopilang, Kecamatan Kemplagi, Mojokerto mengalami luka bakar pada bagian wajah, luka pada kedua lengan. (ica/mar)