Tangkap Kurir Sabu


DIRINGKUS: Raden Agung S,  Warga Mergosono diringkus jajaran Reksrim Polsek Sukun akibat kedapatan menjadi kurir sabu seberat 1 gram, kemarin. (Sisca Angelina/ malang post)

MALANG - Menjalani kehidupan sebagai kurir sabu akhirnya menjadi alasan jajaran Polsek Sukun memenjarakan Raden Agung S, 53 tahun warga Mergosono Gang 3 Kecamatan Kedungkandang saat diringkus Senin (29/8). Hal ini ditegaskan Kanit Reskrim Polsek Sukun, AKP Gunarsono, SH, dalam ungkap kasus sabu-sabu.
“Tersangka kami ringkus di kawasan Lowokdoro Kota Malang saat akan hendak transaksi dengan petugas kami yang sedang menyamar menjadi konsumen,” tutur Gunarsono.
Ia melanjutkan, melalui cara “undercover buyer” , unit reskrim Polsek Sukun akhirnya meringkus tersangka dan mendapati satu poket sabu seberat kurang lebih 1 gram yang hendak dijual seharga Rp 1 juta.
Gunarsono menyatakan, tersangka mengaku hanya sebagai kurir alias pengantar paket sabu kepada klien atau konsumen.
“Ngakunya dia dapat dari seseorang yang berada di kawasan Polehan. Tersangka selain sebagai kurir dia juga kadang sering makai sabu yang ia jual juga. Jadi dicukit sama tersangka,” jelas Gunarsono.
Kepada pihak kepolisian, tersangka juga mengaku sudah memakai barang haram tersebut sejak tahun 2014. Pada awalnya, tersangka hanya sebagai konsumen. Tetapi kemudian dia diajak temannyauntuk ikut mengedar.
Namun, penyelidikan masih akan dilanjutkan, tegas Gunarsono. Ia menyebutkan sampai saat ini tersangka masih dikatakan sebagai kurir dan pemakai.
Bapak tiga anak tersebut terancam hukuman penjara minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara. (Ica/jon)