Tangkap Mucikari, Kembangkan Indikasi Prostitusi Anak

MALANG - Polres Malang Kota baru saja mengamankan seorang mucikari atau penyalur tenaga Pekerja Seks Komersial (PSK) pada Rabu (31/8) lalu. Jajaran Unit Reskrim Polres Malang Kota menangkap basah seorang mucikari berinisial NAP alias PEH (26) warga Perum Titan IV/H1 Kelurahan Purwantoro Kecamatan Blimbing Malang.
Kasat Reskrim Polres Malang Kota, AKP Tatang P. Panjaitan SH., mengungkapkan bahwa NAP ditangkap sekitar pukul 19.00 WIB di areal parkir Hotel Dewarna Jalan Letjend Sutoyo Kecamatan Blimbing Kota Malang. Polisi mengungkap tindak kriminalitas tersebut melalu operasi undercover alias penyamaran.
“Kami melakukan penyelidikan karena mendapatkan informasi bahwa pelaku menawarkan anak dibawah umur,” ungkap Tatang saat dihubungi Malang Post, Senin (5/8).
Setelah dipastikan adanya pelacuran tersebut, maka selanjutnya petugas melakukan transaksi dengan pelaku untuk memboking perempuan yang ditawarkan, karena petugas telah membayar kepada pelaku akhirnya seorang perempuan berinisial ES didatangkan, maka tak ayal lagi pelaku langsung ditangkap.
Saat ditangkap ternyata perempuan yang ditawarkan tersebut tidak tergolong anak dibawah umur. Tatang menjelaskan bahwa perempuan tersebut berumur 20 tahun dan diketahui seorang pelajar. Sedangkan pelaku adalah seorang pekerja.
“Menurut keterangan tersangka, si perempuan yang menginginkan untuk dicarikan ‘klien’ karena membutuhkan uang. Tersangka menyanggupinya,” papar Tatang.
Saat dimintai keterangan lebih lanjut pun, pelaku baru mulai melakukan transaksi semacam itu pertama kali pada saat kejadian tersebut. Bersamaan dengan penangkapan tersebut petugas juga berhasil menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 2,5 juta, sebuah Tab merk Samsung serta satu unit mobil Honda Jazz warna abu-abu Nopol N 326 AH.
Selanjutnya, NAP, pelaku, di amankan oleh Unit Reskrim Polres Malang Kota untuk dilakukan  pemeriksaan lebih lanjut. Pelaku diancam hukuman 1 tahun penjara, sebagaimana dimaksud dalam pasal 506 KUHP.
Menanggapi adanya praktek prostitusi tersebut, Kapolres Malang Kota, AKBP Decky Hendarsono menegaskan hal ini dapat menjadi gerbang pengembangan kasus pada tindakan kriminalitas lainnya seperti prostitusi pada anak.
“Segala tindak kriminalitas jika itu berhubungan dengan anak akan terus menjadi perhatian apalagi dengan adanya program Save Our Children,” ungkap Decky saat ditemui di ruangannya, Senin (5/9).
Walaupun penangkapan tersebut ternyata tidak melibatkan anak dibawha umur, hal tersebut menurut Decky sudah menjadi tugas seluruh jajaran Polres Malang Kota. (Ica)