Tembak Mati Muher !


TERTANGKAP : Ketiga pelaku pembunuhan terhadap Muhammad alias Haji Mamat dan Asri ditunjukkan kepada wartawan. (DOK/MALANG POST)

MALANG – Perburuan Mas Muher, otak pembunuhan terhadap Muhammad alias Haji Mamat dan Asri, anaknya di Dusun/Desa Dengkol, Singosari terus dilakukan. Bahkan, polisi mengancam akan memberikan tindakan tegas kepada warga Dampit ini, bila tidak menyerah.
Seperti diberitakan, polisi akhirnya berhasil menangkap tiga pelaku pembunuhan terhadap bapak-anak asal Desa Macinnae, Kecamatan Paleteng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini. Sayangnya, Muher, panggilan otak pembunuhan ini belum tertangkap.
Pelaku yang berhasil diamankan adalah Gagah Widiansyah, 28, warga Desa Sumberkembang, Dampit, Khotib, 25, warga Desa Talok, Turen serta Saiful, 17, warga Dusun Krabaan, Desa Srimulyo, Dampit. Mereka merupakan kaki tangan Muher.
“Kami masih terus memburu Muher. Anggota sudah kami sebar untuk menyelidiki keberadaannya karena menjadi dalang dari pembunuhan tersebut,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro.
“Kalau melawan ataupun tidak menyerahkan diri, kami akan tindak tegas,” ancam mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota itu. Dia menjelaskan, nama Muher disebut ketiga tersangka yang sudah tertangkap terlebih dulu.
Muher merupakan orang yang memiliki ide untuk membunuh kedua korbannya untuk mengincar semua barang berharga. Mulai dari uang puluhan juta dan perhiasan yang dibawa serta uang di dalam rekening Haji Mamat.
“Jika memang terbukti motif pembunuhan karena uang dan perhiasan, maka bukan hanya pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana yang kami sangkakan, tetapi juga pasal 365 KUHP tentang perampokan,” tegas dia.
Limpahkan Pengeroyok Pagak
Di bagian lain, dugaan pembunuhan terhadap Muhammad Rizki, 14, warga Desa Sumberejo, Pagak sudah sepekan diselidiki polisi. Namun sampai kini belum ada titik terang penyebab kematiannya. Pihak keluarga meyakini bahwa Rizky meninggal karena dikeroyok.
Kasus ini pun sudah dilimpahkan ke Polres Malang. Penyidik UPPA Satreskrim yang menangani, mengatakan bahwa kasusnya masih dalam proses penyelidikan dengan meminta keterangan saksi-saksi.
M Yusuf, paman korban, dikonfirmasi mengaku masih menunggu perkembangan proses hukum di kepolisian. Sebelumnya, dua orang kerabatnya sudah dimintai keterangan oleh penyidik UPPA. Yaitu ayah dan kakak korban.
Keluarga berharap, pihak kepolisian segera mengungkap penyebab kematian Rizki. Sebab sampai saat ini, keluarga yakin , Rizki tewas karena dikeroyok.  “Saya yang ikut proses otopsi. Saya yakin lukanya karena dipukuli ramai-ramai,” tegas Yusuf.
Rizky, meninggal dunia saat perawatan di RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Sebelum meninggal korban mengatakan bahwa luka lebam yang dialami, karena telah dikeroyok oleh dua teman sekaligus tetangganya berinisial R dan G. (agp/mar)