Tenggelam Saat Cari Ikan

MALANG – Takdir memang tidak bisa ditebak. Halnya dengan kematian Jaseri, 75, warga Dusun Krajan, Desa Senggreng, Sumberpucung, sore kemarin. Nelayan ini, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat sedang mencari ikan.
Usai dievakuasi, jenazahnya langsung dibawa pulang ke rumah duka. Pihak keluarga menolak permintaan otopsi. Mereka menerima kematian korban dan menganggapnya sebagai musibah. “Hasil olah TKP dan evakuasi, tidak ditemukan bekas tanda kekerasan,” ujar Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Dyan Vicky Sandhi.
Malam sebelum kejadian, korban sempat bercerita kepada Sai, 60 tahun, tetangganya kalau barusan mendapat ikan besar saat mincing. Kemudian siang kemarin sekitar pukul 13.00, korban berangkat ke Sungai Dusun Dawuhan, Desa Senggreng, Sumberpucung untuk mencari ikan dengan jala.
Aktivitas mencari ikan tersebut, sudah menjadi kebiasaan korban setiap harinya. Dengan menggunakan perahu, korban pergi mencari ikan dengan menyebar jala. Saat sedang menjala inilah, kemungkinan sakit epilepsinya kambuh hingga jatuh ke sungai dan tenggelam.
Celakanya, saat terjatuh tersebut tidak ada yang mengetahui. Baru selang dua jam kemudian, sekitar pukul 15.00, saksi Supriadi, 42 tahun serta Soleh, 39 tahun, warga sekitar yang juga nelayan mendapati perahu milik Jaseri di tengah. Korban tidak nampak di atas perahunya.
Karena curiga, keduanya lalu mendekati perahu. Saat itulah, diketahui bahwa korban tenggelam. Salah satu tangan korban masih tersangkut dijaring. Begitu diangkat, tubuh korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Peristiwa kematian Jaseri inipun, langsung menghebohkan warga sekitar.
Lantaran kematiannya dianggap tidak wajar, perangkat desa lalu menghubungi petugas Polsek Sumberpucung. “Kami mendapat laporan sekitar pukul 15.00. Korban sudah dievakuasi dan dibawa pulang ke rumah duka,” tuturnya. (agp/mar)