Tentara Gadungan Dijerat Pasal Penipuan


PROSES : Suhartono, akhirnya dijebloskan ke sel tahanan Polres Malang Kota untuk diproses lebih lanjut. (IPUNK PURWANTO/MALANG POST)


MALANG - Tentara abal-abal, Suhartono, 38,  warga Jalan Jupri Kelurahan Pisangcandi Malang dijerat memakai Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Suhartono kini mendekam di sel Mapolres Kota Malang. Kasatreskrim Polres Malang Kota, AKP Tatang Prajitno Panjaitan, SH menerima penyerahan itu.
“Sudah kami terima, dan sedang kami sidik. Ia dijerat memakai pasal penipuan," ujar Tatang saat dihubungi, kemarin. Suhartono menipu sejumlah orang dengan mengaku sebagai anggota TNI. Ia juga memakai atribut palsu, dan menyalahgunakannya.
Ia juga meminta uang kepada sejumlah pengusaha dengan mengatasnamakan institusi TNI AD dan AU.  "Menipu karena ngaku TNI, memakai atribut palsu, juga meminta uang dengan cara menipu," tegas Tatang.
Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran Kodim 0833 Kota Malang menangkap Suhartono, Jumat (22/7) malam di sekitar tempat wisata Wendit. Pihak Kodim mendapat laporan adanya seseorang yang mengaku anggota Kodim kerap meminta uang kepada sejumlah pengusaha.
Antara lain pengusaha kafe, restoran, juga pertokoan, dan hotel.  Ia memakai nama Sersan Mayor Bambang S dari Kodim 0833 Kota Malang. Sedangkan ketika nyaru sebagai anggota TNI AU, ia memakai nama Letnan Dua Suhartono.
Ia selalu menyodorkan proposal kegiatan dalam meminta uang. Proposal kegiatan yang ia edarkan terakhir adalah pengamanan hari raya Idul Fitri 2016, dan sebelumnya serah terima jabatan Dandim 0833 akhir 2015 lalu.
Setiap kegiatan, ia meminta uang antara Rp 350.000 sampai Rp 750.000. Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Aprianko Suseno menghitung dalam setiap kali kegiatan, Suhartono bisa meraup uang Rp 16 juta.
"Tetapi saya tegaskan, saya tidak pernah meminta anak buah saya mengedarkan proposal, minta-minta untuk pelaksanaan kegiatan. Kalau ada yang begitu, silahkan melapor ke Kodim Kota Malang," pungkasnya. (ica/mar)