Terpengaruh Miras Lalu Membunuh

MALANG - Ancaman hukuman mati, memang tepat untuk Hafidh Misbah Faizal alias Gobel, 19, warga Jalan Tlogomas XV B Malang -. Pelaku pembunuhan terhadap Nadya Bella Anggreani, 18, itu dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Selain menghabisi nyawa korban dengan cara mencekik, Gobel juga menyetubuhi korban. Lebih naifnya lagi, perbuatan asusila tersebut dilakukan ketika korban sedang sekarat. “Dari keterangan tersangka, dia menyetubuhi korban ketika sekarat,” ujar salah satu sumber Malang Post di Polres Malang. “Usai menyetubuhi, tersangka juga masih sempat memasukkan jarinya ke dalam lubang dubur korban. Jadi benar-benar sadis,” tambahnya. Menurut tersangka, dia nekat melakukan pembunuhan karena terpengaruh minuman keras (miras). Sebelum menjemput korban, Gobel sempat minum-minuman keras. Makanya, begitu cintanya ditolak dan diejak korban, tersangka langsung marah dan merencanakan pembunuhan. Ia lalu merencanakan untuk membawa korban ke lokasi pembunuhan di Dusun Klandungan, Desa Landungsari, Dau. “Tersangka mengajak korban untuk mampir ke rumahnya sebelum diantarkan pulang. Korban tidak mau tapi tetap dipaksa. Hingga saat tiba di lokasi itulah, korban dicekik dan diseret 500 meter dan terjadilah perbuatan asusila itu,” tegas sumber yang minta dirahasiakan namanya ini. Sementara itu, penelusuran Malang Post, foto di karaoke Doremi yang diunggah mahasiswi D3 Keperawatan Universitas Muhammadyah Malang (UMM) di instagram, ternyata merupakan hasil repost yang diduga dilakukan oleh Bella sendiri. Hal itu ditegaskan Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro. “Foto yang diunggah itu adalah foto lama, ketika korban merayakan ulang tahunnya pada 9 Agustus lalu. Pakaian pada foto dan yang terakhir digunakan korban tidak sama," jelasnya. Diberitakan sebelumnya, Nadya Bella Anggreani, ditemukan tewas di semak-semak dalam kondisi membusuk pada Kamis lalu. Dia dibunuh oleh temannya Hafidh Misbah Faizal alias Gobel, Sabtu (27/8) malam. Motif pembunuhan, tersangka sakit hati lantaran cintanya ditolak. (agp/mar)