Tersangka ADD Palaan Diputus Usai Lebaran


Foto : Sutiyo

MALANG -  Dugaan penyelewengan Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Palaan, Ngajum, tinggal menunggu waktu saja untuk menentukan tersangkanya. Polres Malang tinggal menunggu gelar perkara di Polda Jatim.
Pasalnya, hasil audit pemeriksaan kerugian negara dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jatim, sudah turun. Kanit Tipikor Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, Mhum dikonfirmasi hal ini membenarkannya.
Menurut dia, hasil audit tersebut nantinya akan menjadi bahan kajian untuk penyidikan lebih lanjut. Termasuk dalam menentukan tersangkanya. “Hasil audit sudah turun. Namun untuk dugaan penyelewengan ADD Desa Palaan, Ngajum,” katanya.
“Hasil audit tersebut, jadi bahan kajian kami untuk penyidikan lebih lanjut karena memang ada jumlah kerugian negara,” tambah dia. Langkah selanjutnya, hasil audit tersebut akan dibawa ke Polda Jatim untuk dilakukan gelar perkara.
Tujuannya untuk menentukan tersangkanya. “Rencana gelar perkara akan kami lakukan setelah Lebaran nanti,” ujarnya. Sedangkan untuk kasus dugaan ADD Desa Sukoraharjo, Kepanjen, menunggu audit yang dilakukan BPKP sudah selesai.
“Sekarang tinggal menunggu hasilnya saja. Informasinya, hasil audit tersebut tinggal menunggu teken (tandatangan) dari pimpinan BPKP. Hasilnya akan diberikan secara bertahap. Karena yang pertama dilakukan pemeriksaan (audit) adalah Desa Palaan, baru Desa Sukoraharjo, Kepanjen,” ungka pria yang juga menjabat Kanit UPPA Polres Malang ini.  
Sedangkan untuk dugaan penyelewengan ADD Desa Druju, Sumbermanjing Wetan, masih proses penyelidikan. Saat ini, Polres Malang memang getol menyelesaikan kasus dugaan korupsi di Kabupaten Malang.
Dugaan penyelewengan ADD 2014, Satreskrim Polres Malang telah membidik tiga orang jadi tersangka. Yaitu masalah penyelewengan ADD di Desa Palaan, Ngajum, Desa Sukoraharjo, Kepanjen serta Desa Druju, Sumbermanjing Wetan. (agp/mar)