Tertangkap Akibat Soal Sabu-sabu


DIGELANDANG: Tersangka Mambaul Huda alias Bedel, ketika digelandang petugas. (Agung Priyo/Malang Post)

MALANG - Pernah mendekam dalam penjara karena kasus narkotika jenis sabu-sabu (SS), ternyata tidak membuat Mambaul Huda alias Bedel, 41 tahun ini, tobat. Faktanya, baru setahun bebas, ia kembali harus meringkuk lagi dalam jeruji besi karena kasus yang sama. Warga Dusun Kasin, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi ini, diringkus Satuan Reskoba Polres Malang.
Bedel, ditangkap di rumahnya setelah disanggong beberapa hari. Saat penangkapan tersebut, tersangka sedang menunggu seseorang. Ia berniat transaksi dengan seorang pembelinya.
Menurut Kasatreskoba Polres Malang, AKP Samsul Hidayat, tersangka Bedel ini, sudah lama menjadi target operasinya (TO). Bedel ditengara sebagai pengedar sabu-sabu (SS) kelas kakap di wilayahnya. Bahkan beberapa kali tersangka berurusan dengan polisi karena kasus narkotika.
"Ketika akan kami tangkap, tersangka berusaha menghindar. Namun anggota yang sigap dan sudah mengawasinya, berhasil menangkapnya," ujar Samsul Hidayat.
Dalam penangkapan tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa lima gram sabu-sabu dalam kemasan plastik. Sabu itu, sedianya akan diedarkan oleh tersangka di wilayah Kecamatan Gondanglegi, Turen serta Kecamatan Dampit.
"Barang haram narkoba itu, akan dijual tersangka Rp 1,5 juta setiap gramnya. Setiap penjualan satu gram, dia mengaku mendapat keuntungan sebesar Rp 300 ribu," tutur mantan Kanitreskrim Polsek Singosari.
Sementara itu, dalam pemeriksaan tersangka mengaku mendapat pasokan barang dari temannya yang berdomisili di Madura. Ia memesannya lewat telepon, kemudian uang pembelian ditransfer. Selanjutnya tersangka melakukan kopi darat untuk mengambil barang yang dipesannya.
Akibat ulahnya ini, Bedel dijerat dengan pasal 114 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ia terancam hukuman penjara selama 12 tahun. "Saya dapat kiriman sabu-sabu dari teman sekitar sebulan lalu," kata tersangka Bedel.(agp/jon)