Tiga Mobil dan Dua Gedung Ludes Terbakar

KARANGPLOSO – Toko onderdil kendaraan dan bengkel mobil, Abadi Motor I milik Lusi Hasana di Jalan Kertanegara 56 Karangploso, ludes dilahap si jago merah, dinihari kemarin. Amukan api yang terjadi pukul 03.30 ini mengakibatkan kerugian hingga miliaran rupiah dan membuat pemiliknya seketika pingsan. Pasalnya, api melahap habis seluruh isi toko habis , termasuk tiga unit mobil, satu unit motor serta satu bangunan koperasi Manunggal Abadi milik Abdul Rouf, 63 tahun yang berhimpitan dengan toko. ” Saya datang ke sini, sudah ada PMK, dan bangunan koperasi milik kami sudah terbakar,’’ kata Abdul Rouf. Motor Honda Beat milik Abdul Rouf yang ada di bangunan koperasi itu juga tidak bisa diselamatkan. Berkas-berkas, televisi dan satu satu unit komputer ludes. Sementara untuk BPKB kendaraan, surat tanah dan lainnya yang menjadi jaminan warga untuk melakukan pinjaman belum diketahui, karena posisinya ada di tengah dan di dalam brankas. Rouf sendiri mengaku tidak bisa berbuat banyak. Dia hanya berharap, benda-benda jaminan warga itu semuanya masih bisa diselamatkan. ”Kalau barang-barang kami, tidak terlalu khawatir, justru barang-barang jaminan warga inilah yang membuat kami khawatir. Saya berharap semuanya masih bisa terselamatkan, karena posisinya masih berada di dalam brankas,’’ kata Rouf yang menyebutkan, jaminan surat-surat berharga milik warga itu jumlahnya ada ratusan. Kebakaran ini sendiri kemarin terjadi sekitar pukul 03.30. Tidak diketahui jelas dari mana api tersebut berasal. Beberapa warga melihat asap tebal keluar dari sela-sela pintu toko onderdil milik Lusi Hasanah, 53 tahun, warga Karangploso tersebut. . Curiga, dengan asap tersebut warga pun langsung berlari menuju Polsek Karangploso yang jaraknya hanya 200 meter dari TKP. Mereka melaporkan jika pertokoan yang menjual segara sparepart mobil ini terbakar. Laporan itupun langsung ditindak lanjuti petugas dengan datang ke TKP untuk pengecekan. Begitu melihat asal yang keluar kian tebal dan hitam, petugas kemudian menghubungi unit PMK Kabupaten Malang. Sementara sambil menunggu unit PMK datang, petugas juga berusaha membangunkan para karyawan Abadi Motor I yang tinggal di bangunan bersebelahan dengan toko tersebut. Selanjutnya, bersama karyawan dan warga dan petugas membuka paksa toko, yang juga menjual olie ini. Saat pintu lipat toko terbuka, api terlihat sudah sangat besar, dan membakar seluruh ruangan toko. Melihat kondisi tersebut, para karyawan dibantu masyarakat kemudian berupaya untuk melakukan pemadaman manual. Karena api sangat besar, pemadaman gagal dilakukan. Bahkan ketika dua unit mobil PMK dari Kabupaten Malang datang, api yang sangat besar sempat membuat petugas kesulitan. Apalagi di dalam toko tersebut banyak benda-benda yang mudah terbakar. ”Karena apinya sangat besar, dan dua unit kami tidak mengatasi, makanya kami minta bantuan unit PMK Kota Malang, Kota Batu dan unit PMK dari Bentoel. Totalnya ada enam unit kendaraan PMK yang dikerahkan untuk melakukan pemadaman ini,’’ kata Kepala UPT PMK Kabupaten Malang Nurul Isnaini yang kemarin memimpin langsung pemadaman. Meski sudah banyak air disiramkan, api tidak juga padam. Sebaliknya api justru merambat ke bangunan samping kanan. Selain itu api juga membakar tiga unit mobil yang saat itu berada di belakang toko. ”Anggota kami sudah berusaha masuk, untuk melakukan pemadaman di belakang, tapi apinya terus membesar,’’ tambah Nurul. Sementara petugas PMK melakukan pemadaman, beberapa karyawan juga menyelamatkan benda-benda di bengkel yang terletak di sebelah kiri bangunan toko. Terutama ban, yang awalnya menumpuk di ruangan bengkel satu persatu dikeluarkan. Ini dilakukan selain untuk memperkecil kerugian, mereka khawatir api akan lebih sulit dipadamkan jika ban-ban tersebut ikut terbakar. Selain itu beberapa peralatan bengkel juga ikut dikeluarkan. Api sendiri baru bisa dipadamkan setelah empat jam kemudian. Yaitu tepat pukul 06.30, api yang membesar berhasil padam. Tapi demikian, tidak satupun barang yang ada di toko itu dapat diselamatkan, semuanya ludes terbakar. ”Setelah apinya padam, kami tetap melakukan pembasahan untuk mengantisipasi adanya api lagi,’’ kata Isnaini. Isnaini mengaku belum mengetahui penyebab kebakaran. Tapi dia menduga jika kebakaran ini diakibatkan karena korsleting arus pendek listrik. ”Kalau sekilas di dalam tadi ada bagian tembok di mana di dalamnya ada kabel hitamnya lebih pekat,’’ tandas Nurul. Sementara Lusi Hasanah sendiri mendapat kabar toko dan bengkelnya terbakar seketika shock. Bahkan menurut adik kandungnya Sulasti, Lusi langsung pingsan setelah mengetahui tokonya dilahap si jago merah. ”Kakak saya sekarang di rumah sakit,’’ kata Sulasti. Sulasti sendiri mengaku tidak tahu menahu peristiwa kebakaran ini. Dia sendiri datang setelah ditelepon salah satu karyawan. ”Kami tidak tinggal di sini. Tadi saat datang kondisinya sudah ramai dan ada PMK, dan toko juga sudah terbakar,’’ katanya. Sementara Dina Maulida, 35 tahun anak Lusi Hasana mengatakan jika toko onderdil milik ibunya ini terakhir buka Sabtu (6/8) lalu. Di hari terakhir ini toko tutup jam 16.00. Dengan kondisi toko yang tutup, Dina pun memastikan tidak ada aktifitas di dalam toko tersebut. ”Minggu kami libur, jadi sudah dipastikan saat itu tidak ada aktifitas apapun di toko,’’ tegasnya. Terkait dengan penyebab kebakaran, Dina pun menyerahkannya kepada petugas kepolisian. ”Maaf, kami masih shock,’’ akunya. Dia juga menggelengkan kepala saat ditanya kerugian akibat kebakaran itu. ”Yang pasti selain toko ada tiga mobil di belakang juga terbakar,’’ tambah Dinas sembari menyebutkan, tiga unit mobil ini masing-masing Isuzu Panther, Toyota Kijang dan Suzuki Swift. Sementara itu Kapolsek Karangploso AKP Farid Fatoni yang kemarin langsung datang dan memimpin oleh TKP mengaku belum mengetahui sebab kebakaran tersebut. ”Untuk sebabnya masih kami selidiki. Yang jelas setelah pemadaman selesai dan kondisi suhu ruangan toko lebih dingin, kami akan melakukan olah TKP untuk mengetahui sebab kebakarannya,’’ tandasnya.(ira/ary)