Tiga Pembunuh Beraksi Usai Makan


REKA ULANG : Para pelaku pembunuhan terhadap H. Muhammad Kanu (Mamad) dan Asri menjalankan reka ulang

MALANG- Melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP), pembunuhan terhadap H. Muhammad Kanu alias Mamad dan Asri, anaknya direka ulang kemarin. Rekonstruksi ini hanya dilakukan tiga tersangka. Sedangkan Mas Muher, otak pembunuhan itu masih kabur.
Ketiganya yakni Gagah Widiansyah, 28, warga Desa Sumberkembang, Dampit, Khotib, 25, warga Desa Talok, Turen serta Saiful, 17, warga Dusun Krabaan, Desa Srimulyo, Dampit turut serta dalam membunuh warga Desa Macinnae, Kecamatan Paleteng, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan ini.
“Rekonstruksi ini hanya untuk melengkapi BAP dan mengetahui peran masing-masing tersangka,” ungkap Kanit Idik IV Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, Mhum. Ada 41 adegan pembunuhan yang dilakukan oleh para pelaku.
Mulai dari keempat pelaku bersama korbannya, Mamad dan Asri, berangkat dari Dampit, menuju Bandara Juanda Surabaya dengan mengendarai mobil rental Toyota Avanza, N 584 DL. Sampai di Pasuruan, mereka berhenti di sebuah rumah makan.
Di tempat inilah, Muher merencanakan untuk menghabisi bapak-anak itu. Usai makan, kedua korban lantas dibawa ke arah Gunung Bromo. Sampai di gerbang Tosari, Pasuruan, Widi menghentikan mobil.
Selanjutnya, kedua korban dihabisi dengan cara yang sadis. Asri dibunuh di dalam mobil oleh ketiga tersangka, dengan cara dipukuli, diinjak serta dijerat. Sedangkan Muher bagian membunuh Mamad, dengan cara mengepruk kepalanya dengan batu besar.
Begitu kedua korban bapak anak sudah tewas, mereka lalu membawa mayatnya ke wilayah Dusun Posokerep, Desa Dengkol, Singosari. Baru keesokan harinya, jazad mereka ditemukan warga. Selama rekonstruksi, ketiganya didampingi Bambang Suhernowo, SH, penasehat hukumnya.
Bambang, sama sekali tidak menemukan hal baru dan mengatakan bahwa adegan rekonstruksi sudah sesuai dengan keterangannya dalam BAP. “Mereka membunuh karena ingin menguasai harta korban,” tegasnya. (agp/mar)