Tim Labfor Olah TKP, Hasil Tiga Minggu Lagi


MALANG - Empat jam waktu yang dibutuhkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Mabes Polri cabang Surabaya di Polda Jawa Timur, untuk olah TKP runtuhnya rangka bangunan atap Kolam Renang Indoor bertaraf International di area Stadion Kanjuruhan, Kepanjen. Namun, polisi masih belum menyimpulkan penyebab robohnya rangka bangunan tersebut.
"Kami masih analisa dulu barang bukti yang kami amankan. Butuh waktu dua sampai tiga minggu. Sebab harus melalui uji metalurgi (uji bahan material bangunan, red) terlebih dahulu," ungkap Kompol Handi Purwanto, Kaur Fisika Komputer Forensik Labfor Mabes Polri cabang Surabaya di Polda Jawa Timur.
Ada empat orang Tim Labfor yang kemarin melakukan olah TKP didampingi Tim Identifikasi Polres Malang, mulai pukul 11.00 dan berakhir sekitar pukul 15.00.
Dari pantauan Malang Post, sebelum melakukan penelitian beberapa bahan bangunan yang roboh, Tim Labfor terlebih dahulu mengambil gambar bangunan Kolam Renang Indoor dengan menggunakan drone. Selanjutnya, Tim Labfor mulai melakukan penelitian dan analisa.
Selama proses olah TKP di lokasi runtuhnya rangka atap bangunan, wartawan dilarang mendekat. Pengambilan gambar hanya sampai batas police line. Ada beberapa barang bukti yang diamankan untuk proses penyelidikan. Di antaranya, potongan besi, tali tambang (tampar) serta kawat seling untuk pengikat. "Dari olah TKP ini, kami mengumpulkan barang bukti dan melakukan analiasa. Hasil olah TKP nanti akan kami sampaikan kepada Kapolres Malang AKBP Agus Yulianto," ujar Handi.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adam Purbantoro mengatakan, Tim Labfor melakukan olah TKP lanjutan. "Ada beberapa bahan bangunan yang diambil, untuk membantu proses penyelidikan kami. Hasilnya, kami juga sama-sama menunggu, karena masih dilakukan penelitian oleh Tim Labfor," terang Adam.
Mantan Kasatreskrim Polres Malang Kota ini menjelaskan, sejauh ini sudah 11 saksi yang dimintai keterangan. Namun sampai saat ini, polisi masih fokus pada olah TKP. Ke depan, akan memeriksa beberapa saksi lagi, termasuk dari pihak penyelenggara. "Kami nantinya juga akan mengecek dokumen proyek tersebut. Mulai awal proses lelang sampai pengerjaan," tuturnya.
Adam juga mengatakan, untuk sementara lokasi kolam renang indoor itu ditutup dengan police line, guna penyelidikan lebih lanjut. Ketika proses penyelidikan sudah selesai, garis polisi akan dibuka kembali.
Sementara itu, salah satu pembantu pengawas yang ditemui di lokasi kejadian mengungkapkan, pelaksana proyek Kolam renang indoor bertaraf international adalah PT Mina Fajar Abadi, yang beralamatkan Jalan Simpang Lima No 31, Kecamatan Nurussalam, Aceh Timur. Meskipun pemenang tender dari luar jawa, tetapi ada cabangnya di Malang.
"Pengerjaannya dilakukan oleh PT Mina Fajar Abadi, dan sama sekali tidak disubkan ke pihak lain. Di Malang ada cabangnya dan yang mengerjakan ini adalah cabangnya dengan PT yang sama," jelasnya sembari meminta namanya tidak disebutkan.
Disinggung soal penyebab runtuhnya rangka atap bangunan, ia mengatakan bahwa pembangunan rangka atap sudah sesuai dengan perencanaan. Spesifikasinya sudah sesuai dan tidak menyalahi prosedur. "Kejadiannya, saat pekerja mau istirahat. Mungkin roboh karena angin. Sebab sejak dua hari sebelum kejadian, kondisi anginnya sangat besar," paparnya.(agp/han)