Tower Berhias Pria Gantungdiri


Jenazah Sukamto usai dievakuasi dari tower yang dia pergunakan gantung diri. (Ft Istw)

LOWOKWARU-Sebuah tower Base Transceiver Station (BTS) di Jalan Arumba Kelurahan Tunggulwulung, Kecamatan Lowokwaru, Rabu pagi kemarin berhias pria gantung diri. Korbannya, oleh Sukamto, 65 tahun warga Jalan Akordion nomor 16 Malang.
Leher Sukamto terikat tamper yang kemudian dikaitkan pada besi tower itu, dari
Kepala Polsek Lowokwaru, Kompol Bindriyo mengatakan, yang kali pertama menemukan kondisi korban itu, adalah Ismail, 63 tahun warga Jalan Arumba.
“Jadi penjaga (Ismail) tower ini, pukul 06.30 datang kea real tower untuk memberi makan ayamnya di pekarangan areal tower. Setelah itu, Ismail balik pulang. Namun selang 10 menit, dia kembali lagi dan mendapati ada yang tergelantung pada tower itu, yang ternyata manusia,” papar Bindriyo.
Ditambahkan, motif bunuh diri itu juga belum jelas lantaran pihak keluarga korban juga belum bisa dimintai keterangan lantaran syok. Sementara Ismail penjaga tower, mengaku tak menduga sama sekali jika arealk yang dijaganya akan akan dijadikan ajang bunuh diri.
“Pagi itu ada yang melihat Kamto (Sukamto) sedang bingung mondar mandir di  kampung. Ada yang melihat Kamto seperti membawa tali, yang disembunyikan di balik bajunya. Namun ketika ditanya, Kamto tetap membisu,’’timpalRamlan, warga sekitar saat ditemui di Instalasi Forensik RSSA Malang.
Kecurigaan warga itu terbukti saat ada temuan mayat. Selain itu, beberapa hari terakhir warga juga mendengar korban sering cek cok dengan istrinya, Lilik. “Ya seperti ada masalah keluarga, tapi kami tidak tahu pasti,” tambah Ramlan.
Kini polisi masih menyelidiki kasus itu dan mengumpulkan beberapa saksi untuk pengembangan kasus gantung diri tersebut. (Ica/jon)