Uang Rp 1 Juta untuk Bayar Utang Pun Ikut Terbakar. . .


MENCARI : Salah seorang pedagang, Bu Tupa saat mencoba mencari uang di bedaknya yang sudah rata dengan tanah akibat kebarakan.

TUMPANG – Harapan. Itulah yang ada di benak Tupa, pedagang Pasar Tumpang yang kemarin membolak balik puing-puing kayu bedaknya yang hangus terbakar. Ia sisihkan kayu yang sudah menjadi tumpukan arang hitam, sembari berharap uang Rp 1 juta hasil jualan di tempat penampungan Pasar Tumpang itu masih ada di kotaknya. Selamat dari kobaran api.
Meski secara kasat mata, bedaknya hilang tak berbekas dan begitu juga semua yang ada di dalamnya, Tupa bergeming dengan aktivitasnya.  “Saya cari uang Rp 1 juta yang ada di bedak ini. Uang itu hasil penjualan barang dagangan yang akan saya gunakan untuk membayar cicilan utang,” kata perempuan berjilbab ini.  
Sayang, perempuan paruh baya ini tidak menemukan uang yang dicari. Lantaran lapaknya memang sudah hangus dan hancur rata dengan tanah. Ya, tempat penampungan pedagang Pasar Tumpang terbakar kemarin sore. Setelah api berhasil dipadamkan, para pedagang langsung mencoba mencari barang yang bisa diselamatkan.
Sedikitnya 20 lapak rata dengan tanah dan beberapa lapak lainnya hangus, akibat dilalap si jago merah. Penyebab kebakaran masih diselidiki oleh kepolisian. Namun, diduga penyebab kebakaran ini, akibat korsleting listrik yang terjadi di salah satu lapak.
Menurut informasi yang berhasil dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran terjadi sekitar pukul 14.30 WIB. Yang pertama kali mengetahui kebakaran adalah  Nurmala yang merupakan istri Kepala Desa (Kades) Tumpang, Apriono. Mulanya, Nurmala yang rumahnya berdekatan dengan penampungan pedagang, mendengar suara seperti terbakar.
Curiga dengan suara itu, dia lalu membuka jendela dapur yang berada di belakang dan mendapati tempat penampungan sudah terbakar. “Saat itu, istri saya langsung berteriak kebakaran. Saya yang berada di dalam rumah langsung ke belakang untuk melihat apa yang terjadi,” ujar Kades Tumpang, Apriono, kepada Malang Post, kemarin.
Mengetahui tempat penampungan pedagang Pasar Tumpang terbakar, dia lalu bergegas keluar dan mencoba memadamkan api dibantu warga sekitar. Mereka memadamkan api menggunakan alat seadanya seperti ember serta selang yang berisi air. Karena api semakin membesar, Apriono meminta bantuan mobil PMK.
Dua unit mobil PMK yang datang ke lokasi kejadian, membatu proses pemadaman itu. “Api baru bisa dipadamkan setengah jam kemudian. Saat kebakaran terjadi, memang tempat ini sedang tidak ada aktivitas jual beli, karena sudah tutup,” kata Apriono.
Sementara itu, Kapolsek Tumpang, AKP Hari Subagyo mengatakan, lokasi kebakaran ini merupakan sentra jualan prancangan maupun kebutuhan pokok. Selanjutnya, di lokasi tersebut, nantinya akan dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
“Untuk penyebab kejadian, menunggu hasil penyelidikan yang akan kami lakukan nanti,” ujar Kapolsek. Sekadar diketahui, para pedagang Pasar Tumpang memang untuk sementara menempati tempat penampungan tersebut, sembari menunggu diselesaikannya pengerjaan Pasar Tumpang yang sudah masuk tahap tiga. (big/han)