Waduh…Kades Pagak Main Pukul


PERKARAKAN KADES: Dua korban penganiayaan yang diduga dilakukan Kades Pagak, didampingi kuasa hukumnya meninggalkan ruang SPK Polres Malang, usai mengadukan sang kades. (Agung Priyo/Malang Post)

PAGAK – Warga Desa/Kecamatan Pagak, Kamis sore kemarin berang. Mereka emosi, lantaran terpancing tindakan Kades setempat Muasan, yang tanpa sebab memukuli dua orang warganya. Yakni, Sagimin alias Pak Ru, 60 tahun (ojek) dan Farid Gatot Hermawan, 34 tahun, pemilik toko material.
Akibat penganiayaan itu, keduanya mengalami luka memar pada kepala. Bahkan bibir Sagimin luka robek." Masalahnya apa ? saya sama sekali tidak tahu. Karena tiba-tiba saja, dia (Muasan, red) datang langsung memukuli saya," ungkap Farid Gatot Hermawan.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 14.30, di dalam toko sekaligus rumah Farid. Siang itu Farid sedang melayani seorang sales semen di tokonya, kemudian Muasan datang dengan mengendarai motor. Raut wajah sang Kades penuh emosi,’’ Saya sempat tanya ada apa," kenang Farid, sembari menunjukkan luka memar di wajahnya.
Namun Muasan yang masuk ke toko bukannya memberi penjelasan, melainkan menarik rambut Farid dilanjutkan pemukulan berulangkali." Beberapa kali saya dipukuli, saya tidak membalas malah berusaha menghindar,’’urai tutur Farid.
Melihat kejadian itu, tukang ojek Sagimin ojek yang kebetulan berada di sebelah toko, buru buru masuk ke dalam toko dengan tujuan melerai. Sial. Dia malah ikut dipukuli." Saya mau melerai, tetapi langsung dipukuli sampai lima kali. Ini bibir saya sampai robek," ucap Pak Ru.
Warga sekitar yang melihat kejadian, lantas melerai. Kedua korban diamankan warga, sedangkan  yang lainnya mengadu ke Polsek Pagak. " Warga sudah emosi dengan kelakuan Kades, warga berniat menghakiminya," papar salah satu tokoh masyarakat Desa Pagak.
Sementara dalam pengaduan ke polisi, kedua korban itu juga didampingi tim kuasa hukum. Yakni, Eko Hendro Prasetyo, Dimas Ade Ismanto, serta Agus S Sugianto.
"Kami akan melakukan pendampingan hukum, kepada kedua korban. Kami akan kawal kasusnya, agar berjalan semestinya. Apa yang dilakukan oleh oknum (Kades Pagak Muasan, red) tetap harus diproses, agar kasus main hakim sendiri ini tidak dialami lagi oleh warga,’’jelas Eko Hendro Prasetyo.
Dia juga mengajak warga Pagak, untuk tidak melakukan tindakan apapun menyikapi persoalan tersebut. " Biarlah ditangani polisi, dan kami yakin perkara ini akan diusut tuntas,’’pungkasnya. (agp/lyo)