Warga Hadang Truk Pasir


DIHADANG: Belasan warga Jugosari Kecamatan Candipuro melakukan blokade jalan, lantaran tak diberi kompensesasi sewa lahan.


LUMAJANG - Lantaran tiga bulan tak diberi kompensasi atau uang sewa lahan Rp 10.000 per-rit pasir, belasan warga Jugosari Kecamatan Candipuro melakukan blokade jalan. Mereka menghentikan puluhan truk-truk pengangkut pasir yang melintas di lahan milik warga.
“Kami hanya menuntut hak kompensasi per rit Rp 10.000. Kan dulu itu ada janji Rp 10.000 per rit, sedangkan sampai sekarang sudah tiga bulan belum ada pembayaran. Ya menutup jalan dan memberhentikan mobil ini,” ujar Tiari, salah seorang warga, kemarin.
Dijelaskan dia, pihak perusahaan tambang pasir PT Pasirindo Perkasa tidak membayar dana kompensasi atau uang sewa lahan sebesar Rp 65 juta kepada 19 warga selaku pemilik lahan.  “Kami tak mau dibohongi lagi, hentikan sekarang juga,” jelasnya.
Sempat terjadi adu mulut antara warga dan petugas kepolisian yang datang ke lokasi penghadangan.  Namun, warga akhirnya mengijinkan truk melintas setelah ada kesepakatan bahwa pihak desa akan mempertemukan warga dengan PT Pasirindo Perkasa, Senin (1/8) nanti.
“Hari ini kita sepakat dan membiarkan truk jalan,” lanjut warga lainnya. “Karena yang punya lahan sudah menyadari, apalagi hari Senin akan ada pertemuan dengan pihak PT Pasirindo Perkasa, sehingga warga mengijinkan untuk tetap jalan,” ujar Atim Rozikin Plt Kepala Desa Jogosari.
Namun, warga was-was dibohongi lagi. "Saya minta ke mereka untuk bersabar, tapi merekan menuntut seperti ini," jelasnya. Warga mengancam jika pihak perusahaan dari PT. Pasirindo Perkasa tidak segera membayarkan dana kompensasi tersebut, akan kembali menghadang truk pasir.  (jpnn/mar)