Kriminal

Malang Post

loading...

Lagi, Pemakai Shabu Diringkus

MALANG – Sejak tahun 2014, HR alias Ndoweh (32 tahun) dan AS alias Mbek (35 tahun) mulai mencoba-coba memakai narkoba. Tapi akhirnya, mereka ditangkap polisi Rabu (24/9/14) lalu.
Kasubbag Humas Polres Malang Kota, AKP Nunung Anggraeni mengatakan, mulanya polisi menangkap Ndoweh lebih dulu. "HR (Ndoweh) tertangkap di depan Matos, Jl Veteran, Kota Malang pukul 22.30 WIB. Dia kedapatan membawa satu klip kecil berisi shabu-shabu," ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Setelah diselidiki, polisi mengetahui Ndoweh, warga Jl Bendungan Sutami Gg 1, Kelurahan Sumbersari, Kota Malang itu, mendapatkan barang haram itu dari Mbek. Hal tersebut diketahui, setelah polisi melihat sms Ndoweh kepada Mbek yang menunjukkan transaksi mereka. Transaksi via pesan singkat ini dilakukan pukul 20.30 WIB.
Keterangan lebih lanjut, keduanya membuat perjanjian. Shabu-shabu dibeli seharga Rp 400.000 dan barangnya diambil langsung di kediaman Mbek di alamat Dusun Bocek, Desa Bocel. Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang.
Selang berapa jam kemudian, tepatnya Kamis (25/9/14) pukul 01.00 WIB dini hari, polisi mendatangi kediaman Mbek. Ditangkaplah Mbek oleh polisi. Polisi juga menemukan uang sebesar Rp 400.000, hasil transaksinya dengan Ndoweh.
"Pengakuan Mbek, dia mendapatkan barang itu dari AD seharga Rp 800 ribu. Sampai sekarang, AD masih masuk DPO (Daftar Pencarian Orang, red)," jelas Nunung. Ditambahkan, hasil transaksinya dengan AD dia bagi dua klip. Satu untuk dipakai sendiri, satunya lagi merupakan barang yang dia jual ke Ndoweh.
Ndoweh, Mbek dan AD ini sebenarnya tidak saling kenal. Tapi, ternyata mereka sudah berkali-kali melakukan transaksi. Ndoweh mengaku, telah lima kali membeli shabu-shabu dari Mbek. Mbek sendiri, sudah tiga kali membelinya dari AD.
Motif mereka, karena merasa senang setelah memakai barang tersebut. Apalagi, dipakai saat sedang lelah setelah seharian bekerja sebagai supir mobil rental.
Ditambah lagi, keduanya pernah dibui karena kasus yang sama. Ndoweh, sempat menjalani hukuman 7 bulan pada tahun 2013 dan Mbek 3 bulan 15 hari pada 2009. Dan kini, mereka harus kembali mendekam dipenjara.
"Ndoweh dijerat pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman 4 sampai 12 tahun penjara. Sementara Mbek, dijerat pasal 114 UU RI nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman 5 sampai 20 tahun penjara. Pengembangan kasus terus polisi lakukan," pungkas Nunung. (erz/nug)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL