Malang Post

Kriminal

20 Polisi Kejar Perampok Indomaret

Share
MALANG – Tak mau dipecundangi perampok Indomaret, Polres Malang Kota membentuk tim gabungan. Tim tersebut berjumlah 20 orang, terdiri dari anggota Polres Malang Kota dengan Polsekta jajaran. Disinyalir, pelaku tidak beraksi seorang diri, melainkan lebih dari satu orang.
Kapolres Malang Kota, AKBP Singgamata SIK mengatakan bahwa pelaku perampokan Indomaret Jalan Trunojoyo, sudah dikenali serta teridentifikasi. Saat ini polisi tinggal mencari keberadaan, lalu menangkapnya. “Saat ini ada dua giat yang kami lakukan dalam kasus perampokan. Selain upaya preentif dan preventif, juga upaya penangkapan pelaku,” paparnya.
Pasca dua kali perampokan di Indomaret Kota Malang, Polisi segera mengaktifkan panic alarm. Sistem keamanan darurat itu dinilai bisa mempercepat penanganan perampokan. Pada kasus di Indomaret Trunojoyo, Polisi mendapati fakta bahwa karyawan tak bertindak apa-apa.
“Di Indomaret Jalan Trunojoyo sudah terpasang panic alarm. Termasuk Indomaret Jalan Bendungan Sutami. Tetapi kenapa itu tidak dimanfaatkan oleh karyawan toko. Inilah yang sangat kami sayangkan dan sesalkan,” tuturnya.
Dia juga menyayangkan kejadian perampokan Indomaret Jalan Trunojoyo, yang terjadi Selasa dini hari lalu. Aksi perampokan tersebut, seharusnya bisa digagalkan. Bahkan pelakunya bisa tertangkap, jika karyawan toko berani memberikan perlawanan serta berpikir cerdik.
“Dari olah TKP yang kami lakukan, sebetulnya karyawan bisa memberikan perlawanan. Atau paling tidak berusaha kabur dan berteriak. Karena pelaku seorang diri dan hanya membawa senjata setrum (stun gun) saja,” ujar Singgamata.
Mantan Kapolres Lumajang ini menambahkan, selain berteriak atau melawan, karyawan Indomaret sebetulnya bisa menekan tombol panic alarm. Tombol alarm tersebut akan berbunyi keras, sehingga bisa mengundang warga sekitar untuk datang menolong. Namun yang terjadi, karyawan toko tidak melawan serta tidak menekan tombol alarm.
Karenanya, sebagai antisipasi terjadi kasus perampokan, dalam waktu dekat Singgamata akan mengumpulkan seluruh pimpinan (manajer) toko waralaba di Kota Malang. Termasuk pimpinan bank serta pemilik toko emas. Hal ini sebagai upaya preentif dan preventif, untuk mengatasi kasus perampokan.
Dalam pertemuan, akan membahas soal standar keamanan. Karyawan toko harus dilatih memberikan perlawanan untuk membela diri. Juga ketika buka malam, minimal harus dijaga dua karyawan laki-laki. Termasuk juga akan membahas larangan buka 24 jam dengan Wali Kota Malang.
“Kami akan melakukan evaluasi serta penyuluhan kepada pimpinan atau manajemen. Karyawan toko harus dibekali keahlian, ketika terjadi sesuatu yang darurat. Jangan sampai ketika ada kebakaran, malah justru membiarkannya,” jelasnya.
Perwira menengah (Pamen) dengan pangkal dua melati ini menambahkan, kalau pihaknya juga akan kembali mengaktifkan panic alarm di Polres Malang Kota yang sebelumnya sudah ada. Tidak hanya di toko waralaba, tetapi juga dipasang di toko emas dan bank di Kota Malang.
Dengan adanya panic alarm, maka tugas polisi dalam membasmi pelaku kejahatan akan terbantu. Karena begitu alarm berbunyi dan terhubung ke polisi, maka petugas yang bertugas memantau akan langsung menghubungi petugas yang terdekat dengan lokasi. Caranya dengan mengecek keberadaan mobil dinas petugas melalui GPS. Siapa mobil yang terdekat akan dihubungi, sehingga cepat datang ke lokasi.
“Teknisnya seperti apa, nanti masih kami koordinasikan terlebih dahulu. Yang pasti, panic alarm tersebut akan segera kami aktifkan lagi, untuk mengantisipasi terjadinya perampokan,” terangnya.(agp/ary)
comments

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL