Malang Post

Kriminal

Telecenter Pemkot Dibobol, Rugi Rp 50 Juta

Share
MALANG – Belum lama setelah balaikota kemalingan, kini Pemkot Malang harus merugi lagi. Dini hari kemarin (3/8/14), pagar dan dinding Telecenter Daragati milik Pemkot yang berlokasi di Jl Mayjen Sungkono no 63 Kedungkandang, dibobol dengan kerugian ditaksir senilai Rp 50 juta.
Manajer Telecenter Daragrati Pidek So Adi mengatakan, ia mendapat laporan dari satpam shift pagi, Slamet, sekitar pukul 08.00 WIB. "Dia (Slamet, red), mengetahui kejadian jam 08.00 WIB. Kemudian saya dihubungi dan langsung datang ke lokasi," ujarnya kepada Malang Post kemarin.
Saat di lokasi, Pidek, panggilan akrabnya, cukup terkejut karena banyak aset kantornya raib. Barang-barang tersebut, di antaranya, delapan monitor LCD, satu LCD proyektor, satu kamera DSLR, satu handycam dan dua CPU. "Tapi satu lagi ketemu di ladang," tambah Pidek.
Pantauan Malang Post, kaca luar ruang digital printing yang berada di sebelah selatan kantor, terpotong dan sisa setengah. Sedangkan dinding yang menghubungkan ruangan tersebut dengan kantor Telecenter, dilubangi dengan diameter sekitar setengah meter.
Diduga, pencuri memanjat pagar dinding di utara kantor. Sebenarnya, pagar dinding tersebut sudah dipasang pagar kawat di atasnya. Akan tetapi, pagar kawat tersebut dirusak untuk melancarkan aksi pencurian itu. Mengetahui kejadian tersebut, Pidek langsung melapor ke Polsek Kedungkandang. Sekitar pukul 09.00 WIB, polisi datang dan segera melakukan olah TKP.
Pria yang juga dosen Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM) ini mengatakan barang gondolan maling itu merupakan perangkat utama mereka untuk bekerja. Akibat kemalingan tersebut, akhirnya dia dan sembilan karyawannya terpaksa menghentikan aktivitasnya untuk sementara.
"Ini pertama kalinya semenjak Telecenter berdiri pada Juli 2007. Mungkin, ke depannya kami akan memasang CCTV," terang Pidek.
Sementara itu, Slamet mengatakan, dia terkejut ketika melihat monitor LCD sudah tidak berada di tempat. "Saat saya datang, tiba-tiba monitor tidak ada. Awalnya saya kira sedang diservis. Waktu saya cek ruang sebelah (selatan, red), ternyata temboknya sudah bolong. Saya cek lemari di ruangan itu, dan kamera sudah habis," jelasnya.
Lebih lanjut, pria berusia 25 tahun ini mengatakan, biasanya kantor dijaga oleh satpam malam, Sholeh, sampai pagi. "Tadi (kemarin, red) dia pulang jam 02.00 WIB karena anaknya sedang sakit dan menangis," lanjut warga Jl Malik Dalam, Buring, Kedungkandang, Kota Malang ini. Tanpa keberadaan satpam yang menjaga, pembobol pun lebih leluasa untuk mengambil serta membawa barang-barang yang sebenarnya berkategori ‘berat’ dan cukup besar tersebut. (erz/han)
comments

Page 466 of 1188