Malang Post

You are here: Kriminal

Kriminal

Janjikan Pinjaman Besar Tanpa Agunan, Tipu 13 Orang

PAKIS- Suhaedi, warga Jalan Lesanpuro II RT 08 RW 01 Kelurahan Lesanpuro Kecamatan Kedungkandang Kota Malang, harus berurusan dengan Polsek Singosari. Pria berusia 60 tahun tersebut, ditangkap Rabu (22/1) kemarin karena terkait kasus penipuan. Tidak tanggung-tanggung, korban penipuannya mencapai 13 orang.
Kanit Reskrim Polsek Pakis Ipda Roni Margas mengatakan, modus tersangka saat menjalankan aksinya adalah dengan menjanjikan pinjaman bernominal sangat besar kepada para korbannya dengan syarat mudah. Yakni hanya menyerahkan foto kopi KTP, dan tentunya uang administrasi, berbagai nominal yang telah ditentukan tersangka.
“Tersangka mengaku bisa mencarikan pinjaman kepada para korban mulai ratusan juta hingga Rp 1.4 M, tanpa bunga,“ ucap Ipda Roni Margas kepada Malang Post kemarin. Sedangkan nominal uang administrasi yang harus diberikan, beragam. Mulai ratusan ribu, hingga jutaan. Tepatnya, disesuaikan dengan nominal pinjaman yang diinginkan korban.
“Lebih banyak jumlah yang dipinjam, maka korban juga harus membayar uang administrasi lebih banyak lagi,” imbuhnya. Setelah menyerahkan administrasi, kemudian korban diberi koin emas palsu sebagai syarat pengambilan uang pinjaman itu. Koin emas itu dikatakannya, didapat tersangka dari salah seorang guru di Jawa Tengah.
Sedangkan pencairan uang pinjaman dijanjikan oleh tersangka kepada korbannya, satu minggu setelah menyerahkan seluruh persyaratan tersebut. Karena tersangka tidak kunjung juga menycairkan serta memberikan uang pinjaman itu, salah satu korban melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Pakis.
“Hasil penyelidikan kami, korbannya terdapat 13 orang tersebar di Malang Raya. Salah satunya adalah Pudjiono, warga Dusun Ngamprong RT 03 RW 05 Desa Banjarejo Kecamatan Pakis,“ terangnya. Diketahui, korban menyerahkan uang adinistrasi sebesar Rp 2.250.000 kepada tersangka, untuk bisa memperoleh pinjaman sebesar Rp 720 juta.
Akibat perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan pasal 64 junto 378 KUH, yang ancamannya yakni maksimal lima tahun kurungan penjara. “Kami juga sedang mengembangkan kasus ini, kemungkinan tersangka bekerja tidak sendirian. Melainkan melibatkan jaringan yang lebih luas lagi,“ tegasnya.
Sementara itu, dihadapan penyidik yang memeriksanya, tersangka mengaku juga tertipu oleh rekannya yang bernama Syaiful dari Temanggung Jawa Tengah. Dikatakannya, Syaiful bisa memberikan pinjaman berjumlah besar tersebut. Ternyata, Syaiful malah kabur, setelah mendapatkan uang dari tersangka.
“Sebagian besar uang syarat administrasinya, dibawa Syaiful. Kalau yang ada di saya, cuma tinggal Rp 750 ribu saja,“ kilah tersangka. (big/aim) 

Page 466 of 769