Malang Post

You are here: Kriminal

Kriminal

Gerebek Kembali Rumah Kontrakan Mahasiswa UB

MALANG - Warga Griyashanta RW12, kemarin melakukan aksi demo di halaman depan Pengadilan Negeri (PN) Kota Malang. Menurut puluhan warga ini, aksi damai tersebut merupakan upaya untuk mencari keadilan terhadap dua orang warganya yakni Sekretaris RT08, Hari Subianto dan satpam Yuliono yang hingga sekarang masih berstatus sebagai terdakwa karena dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap M. Anugerah, mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (UB) yang kontrak di Blok L-216 perumahan tersebut.
“Puluhan warga ini berunjuk rasa ingin hukum jangan sampai hilang. Hukum harus ditegakkan. Kami berharap hakim jangan hanya melihat akibat dari perkara ini, namun juga sebabnya. Apa itu? Kedua warga kami dihukum karena dilaporkan memukul saat menggerebek Anugerah dan kekasihnya, Rara Jingga berbuat mesum di rumah itu,” tutur Sugiharso, perwakilan warga. Menurutnya, jangan sampai persidangan yang tengah berlangsung itu, meninggalkan etika dan norma.
“Jangan sampai etika dan norma yang kita junjung tinggi, mengambang di atas hukum,” lanjut dia. Senada dengannya, dua warga lain yaitu Ir. Seh Nadarfudin dan Hj. Suryati juga meminta hakim untuk mengadili secara adil perkara Hari Subianto dan Yuliono. “Menurut kami, seadil-adilnya adalah bebas murni untuk kedua warga kami itu. Mengapa demikian? Sebab, mereka sebagai penyelenggara negara mengamankan negara dari praktik mesum yang sudah dilakukan generasi muda,” terang Seh.
Suryati juga berharap, hakim memutuskan perkara tersebut dengan tepat dan adil. Menurut keduanya, unjuk rasa yang dilakukan ini sebenarnya merupakan bentuk keterpaksaan demi memperoleh keadilan untuk Hari Subianto dan Yuliono. Sementara itu, dalam sidang lanjutan kemarin, JPU Kejari Malang menghadirkan tiga saksi dari teman-teman Anugerah yang ikut tinggal di rumah kontrakan tersebut.  
Yaitu Herlangga, Yoska Isvisera dan Jupri Simangunsong. Hampir sama dalam sidang sebelumnya yang dipimpin hakim Harini SH, banyak keterangan yang berbeda dalam berita acara pemeriksaan (BAP).  Dalam sidang tersebut, ketiganya yang menjadi saksi mengaku bila yang terjadi saat itu, bukanlah penganiayaan. Melainkan perkelahian antara Yuliono dengan Anugerah.

Minta UB Bersikap
PERMASALAHAN mahasiswa UB dalam beretika di rumah kontrakan, ternyata benar-benar dikeluhkan oleh warga Griyashanta RW12. Selasa (3/6) pukul 04.00, sekitar 100 warga RT04, kembali menggerebek satu rumah kontrakan yang berisi tujuh laki-laki dan dua wanita. Warga menggerebek usai menjalankan salat Subuh berjamaah di Masjid Romadhon, yang tidak jauh dari rumah tersebut.  Dalam penggerebekan itu, semua penghuninya tidur setelah minum-minuman keras di salah satu cafe yang memiliki banyak cabang dan terkenal di Jalan Soekarno Hatta Malang.
“Kami minta UB bersikap. UB jangan mentolerir kejadian seperti ini. Katanya sudah ada peraturannya. Bila melanggar akan dikeluarkan,” ucap salah seorang warga. Dikonfirmasi hal ini, Ketua RT04, Ir. Joko Triyono membenarkannya. “Ya, saya diberitahu setelah salat Subuh. Ketika datang di TKP, ternyata sudah banyak orang. Kami lalu meminta bantuan Polsek Lowokwaru untuk menangani masalah ini,” paparnya.  
Tetapi, menurut petugas yang datang, lanjutnya, para mahasiswa ini tidak bisa ditangkap karena kondisinya sedang tidak pesta minuman keras atau mesum. Berbeda dengan Anugerah dan Rara Jingga, para mahasiswa ini hanya menurut ketika disuruh keluar dari rumah. “Memang masih bau alkohol. Namun demikian, kami tetap menghubungi orang tuanya masing-masing dan mereka juga membuat surat pernyataan minta maaf kepada warga,” pungkas dia. (mar)  
Last Updated on Wednesday, 04 June 2014 13:24

Page 466 of 1120