Malang Post | Kriminal - Malang Post

Kriminal

Warga Suwaru Jadi Korban Rampok
MALANG - Yance Joram Gomabo, 41 tahun, menjadi korban penganiayaan serta perampokan. Warga Desa Suwaru, Kecamatan Pagelaran ini, kemarin pagi ditemukan bersimbah darah di pinggir sungai jurang Kalimanjing, Ampelgading. Ia menderita luka tusuk di perut sebelah kanan.
Untuk menyelamatkan nyawanya, usai dievakuasi korban langsung dibawa ke RSSA Malang. Sedangkan untuk pelaku penganiayaan sekaligus perampokan, hingga petang kemarin masih diselidiki. Polisi masih menggali identitas tersangka yang masih misterius.
"Kami masih menyelidiki pelakunya. Karena identitasnya sampai sekarang masih kabur. Korban sendiri, juga baru mengenal dengan korban," ujar Kapolsek Ampelgading, AKP Mujianta.
Informasi yang diperoleh, Kamis (29/10) pagi lalu sekitar pukul 10.00, korban keluar dari rumah. Tujuannya hendak kembali ke Jakarta untuk bekerja. Namun sebelum berangkat ke Jakarta, ia berkeinginan bermain ke rumah temannya di Lumajang.
Korban berangkat dari rumah dengan naik mobil pick up milik saudaranya. Sampai di Kecamatan Gondanglegi, korban turun lalu naik angkot ke wilayah Turen. Selanjutnya dari Turen naik angkot lagi ke Kecamatan Dampit.
Di Dampit, korban sempat pergi ke ATM BRI untuk mengambil uang sebesar Rp 5 juta. Usai mengambil uang, korban bertemu dengan seorang pria yang diduga sebagai pelaku. Mereka berkenalan dan ngobrol panjang. Setelah dikatakan kalau korban mau ke Lumajang, pelaku mengajak berangkat sama-sama naik bus.
Sampai di Jembatan Kalimanjing, Ampelgading, pelaku mengajak turun untuk minum kopi dulu di warung. Tetapi karena warung masih tutup, pelaku mengajak jalan ke selatan melintasi jembatan. Sampai di jembatan, korban ditusuk di perut kanannya. Uang Rp 5 juta dirampas begitu juga dengan kalung emas yang dipakai korban.
Setelah itu, pelaku langsung mendorong tubuh korban ke dalam jurang dari atas jembatan. Baru selanjutnya pelaku langsung kabur. Baru pagi kemarin sekitar pukul 08.30, korban ditemukan oleh warga sekitar yang kebetulan sedang melintas.
"Saksi mendengar orang berteriak minta tolong. Awalnya diduga orang gila. Selanjutnya saksi memberitahukan pada warga dan perangkat desa, kemudian diteruskan kepada kami (polisi, red). Setelah ditolong, korban langsung dibawa ke RSSA Malang. Sekarang ini kami masih memburu pelakunya," jelas mantan Kapolsek Kepanjen ini.(agp/feb)
loading...