Kriminal

Malang Post

loading...

Iba Melihat Korban Asusila

SEKILAS orang tidak akan percaya jika Diah Istriningtyas, SH, adalah seorang polisi wanita (Polwan). Parasnya yang cantik seakan menyembunyikan identitasnya sebagai aparat penegak hukum. Padahal, wanita ayu ini sudah berpangkat Brigadir Polisi Kepala (Bripka).
Diah Istriningtyas, merupakan penyidik di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang. Tugasnya setiap hari, menangani kasus kejahatan terhadap anak dan perempuan. Mulai dari pencurian yang dilakukan anak-anak, kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) hingga kasus asusila.
“Menjadi seorang  Polwan sudah  menjadi cita-cita saya sejak kecil. Hal ini terdorong, karena polisi merupakan pekerjaan yang mulia sekaligus saya ingin mengabdikan diri kepada bangsa dan negara,” terang Diah Istriningtyas.
Banyak tantangan dan kenangan selama menjadi Polwan. Wanita kelahiran Ngawi 19 Desember 1981 ini, mengaku bisa langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena tugas pokok seorang polisi, adalah mengayomi, melindungi dan melayani masyarakat.
Untuk urusan waktu antara pekerjaan dengan keluarga, Diah mengaku selalu bisa membagi. Ketika ada waktu luang, ia selalu manfaatkan untuk bersama suami dan anaknya. “Keluarga sudah bisa memahami, termasuk suami karena dia juga anggota polisi,” katanya.
Dengan tugasnya sebagai penyidik UPPA, Diah mengaku selalu merasa iba ketika melihat korban yang usianya masih anak-anak apalagi jika usianya di bawah 10 tahun. Ia harus dituntut bersabar setiap melakukan pemeriksaan.
“Saya selalu merasa iba, ketika ada korban kejahatan seksual yang usianya masih di bawah umur. Harus bersabar untuk memeriksanya. Kadang sebelum saya periksa, lebih dulu saya ajak bermain,” tuturnya.(agp/lyo)

JPAGE_CURRENT_OF_TOTAL