MTs Negeri Malang 1 Pikat Pengunjung

KSM  dan Aksioma tingkat  nasional tahun 2013 di Kota Malang juga dimeriahkan dengan pameran karya dan prestasi madrasah. Pameran madrasah itu menjadi inspirasi bagi pelajar sekaligus informasi untuk masyarakat umum.
Pameran madrasah digelar di area luar Stadion Gajayana. Pameran tersebut dibuka bersamaan dengan pembukaan KSM dan Aksioma tingkat nasional 2013, Selasa (5/11) malam oleh Menteri Agama, Suryadharma Ali.
Stand MTs Negeri Malang 1 merupakan salah satu stand yang memikat pengunjung pameran. Para pengunjung terkesima oleh karya para siswa. Diantaranya ketrampilan membuat robot, batik kaos hingga karya ilmiah pelajar.
“Kami menampilkan empat robot karya siswa dalam pameran ini.  Robot yang dipamerkan  merupakan karya siswa,” kata Sekretaris Ekskul Robotik, MTs Negeri Malang 1, Afif Yogi Rakhmatiar.
Robot  karya siswa yang dihadirkan dalam pameran merupakan hasil karya siswa yang belajar secara otodidak dan dampingan guru. Robot yang dihadirkan menampilkan berbagai kelebihan. Diantaranya bisa berjalan merayap tanpa roda dan mematok seperti kalajengking.
Batik kaos yang ditampilkan siswi MTs Negeri Malang 1 juga mengundang perhatian pengunjung pameran. Apalagi kreatifitas yang ditampilkan para pelajar sekolah itu merupakan aplikasi dari pelajaran seni budaya. “Ada beberapa motif. Kalau saya motif burung hantu,” ujar siswi kelas IX,   MTs Negeri Malang 1, Nabila Oktaviola.
Pendamping stand MTs Negeri Malang 1, Suryo Hadi mengatakan sejumlah item yang ditampilkan diantaranya robotic, batik di baju dan hasil karya ilmiah siswa. Para siswa dilibatkan dalam pameran sebagai bentuk pembelajaran.
“Siswa dihadirkan agar bisa presentasi karya mereka kepada pengunjung pameran. Jadi mereka bisa presentasi, bersosialisasi secara langsung sehingga menjadi media pembelajaran secara nyata,” katanya. (van/sir/nug)  


Bawa Harapan Besar
Datang jauh-jauh dari Provinsi Maluku Utara, Umar Kabes menaruh harapan besar. Kepala MAN Gurabati, Tidore Kepulauan itu berharap siswanya, Sarikah Husen bisa menoreh prestasi nasional di ajang KSM.
“Target kami masuk enam besar. Kami optimis bisa meraih target walau waktu persiapan mengikuti kegiatan ini cukup pendek,” kata Umar Kabes saat ditemui disela-sela menunggu peserta didiknya mengikuti KSM di  MAN 3 Malang, kemarin.
Anak didik Umar, Sarikah Husen saat ini duduk di bangku kelas XI IPA MAN Gurabati, Tiodre Kepulauan.  Di KSM, Sarikah uji kemampuannya di bidang studi fisika. Sarikah merupakan wakil provinsi Maluku Utara untuk bidang studi fisik tingkatan  MA.
Sebelum turun di ajang nasional ini, Sarikah tercatat sebagai juara 1 bidang studi kebumian tingkat Kota Tidore Kepulauan. Ia juga juara 1 bidang studi kebumian tingkat Provinsi Maluku Utara. Ia juga tercatat sebagai peraih juara 1 MTQ tingkat Kota Tidoe Kepulauan.
Selain mengandalkan kemampuan ilmu yang dimiliki anak didiknya itu, Umar dan para guru memberikan semangat agar menghadapi ujian. “Kami semangati agar tidak terbebani saat mengikuti ujian. Apalagi dia sudah berpengalaman ikut lomba,” katanya.
Umar mengakui, persiapan anak didiknya terbilang mepet. Yakni sekitar tiga pekan jelang mengikuti KSM di Malang. Namun dalam waktu tiga pekan itu, intensitas belajar ditingkatkan.
“Selain mengandalkan proses pembelajaran di kelas, setiap sore Sarikah Husen ikut les sampai malam hari. Tujuannya untuk penguasaan materi bidang studi fisika,” papar Umar.
Soal pesaing terberat, Umar tak meremehkan MA dari daerah lain. Terutama MA yang berasal dari kawasan tengah dan barat Indonesia. “Ini menjadia tantangan tersendiri,” ucapnya.
Soal pelaksanaan KSM, menurut Umar sangat bagus dan strategis. Sebab even nasional ini memberi semangat belajar dan motivasi kepada semua siswa madrasah di seluruh Indonesia.
“Ini ajang yang tepat untuk memacu prestasi. Karenaitu, bagi saya kegiatan ini sangat bagus,” pungkasnya. (van/sir/nug)