Kebahagiaan Ini Karunia dari Tuhan

HAPPY FAMILY: Dari kiri, Jenny Santoso, Michael Slamet Santoso, Ester Susana, dan Hadi Santoso di salah satu rumah makan di Jerman.

Salah satu kebahagiaan seorang ibu adalah ketika ia bisa mengentaskan anaknya menjadi orang berhasil. Inilah yang saat ini dirasakan oleh drg. Ester Susana. Ditemui di rumahnya yang asri di Jalan Kurmo Nomor 1, Kelurahan Pisangcandi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, ibu dua anak ini menuturkan kebahagiaannya karena telah berhasil mengantarkan kedua anaknya, Jenny Santoso dan Michael Slamet Santoso menjadi sosok yang bisa dibilang berhasil. Keduanya hidup dan sukses di Jerman. Michael menjadi seorang diplom. insinyur dan bekerja di perusahaan ternama Bosch, sementara Jenny menjadi instruktur di bidang cybernatic yang sudah berkeliling setidaknya ke 15 negara.
Ester Susana mengaku tak henti mengucap syukur kepada Tuhan. “Ini semua karunia dari Tuhan. Saya terus berdoa agar anak-anak saya menjadi orang yang berhasil, dan Tuhan pun memberikan jawaban. Jenny dan Michael bisa bekerja di Jerman. Beberapa waktu lalu, kami sekeluarga berkunjung keliling ke negara-negara di Benua Eropa. Ini juga karena anak saya yang membiayai perjalanan itu,” terang perempuan yang sangat mahir memainkan piano klasik tersebut.
Perempuan yang juga piawai bernyanyi itu menuturkan, dalam mendidik anak-anaknya, dirinya selalu menerapkan kedisiplinan dan kerja keras. Tanpa kedisiplinan dan kerja keras, mustahil kesuksesan akan dicapai. “Jujur, meski saya ini dokter gigi, tapi dalam darah saya sebenarnya mengalir darah seni. Karenanya, saya suka menyanyi. Saat masih kuliah di kedokteran, pagi saya kuliah, sorenya kursus piano klasik. Saya juga sering diundang menyanyi di berbagai acara,” aku perempuan yang masih terlihat enerjik di usianya yang sudah lanjut.
Karena harus membesarkan anak-anaknya, pianis yang memiliki jangkauan vocal cukup tinggi dan amat powerful itu harus rela menahan gelora darah seni di dalam jiwanya. “Akhirnya, saya pun berdoa kepada Tuhan. Tuhan jika memang Engkau tidak mengizinkan saya menjadi entertainer, maka izinkanlah anak-anak saya menjadi orang-orang yang berhasil di dalam kehidupannya. Dan, Tuhan pun mendengarkan doa saya. Dalam studi, kedua anak saya mencapai hasil maksimal. Demikian pula dalam pekerjaan, mereka menjadi orang-orang sukses,” terang perempuan yang bisa menyanyi dalam tujuh bahasa tersebut.
Kini, perempuan multi talenta itu telah menikmati masa pensiun bersama suaminya di rumahnya yang asri. “Anak-anak melarang saya buka praktik lagi, katanya nanti kecapekan. Apa boleh buat, dalam kondisi sekarang saya memang harus menurut apa kata mereka.  Padahal, meski sudah berumur begini, tapi fisik saya rasanya masih fit kok. Menyanyi beberapa lagu dengan nada tinggi pun saya masih bisa menjangkau. Badan saya juga masih sehat. Lihat, masih belum ada kerutan di leher saya kan?,” cetusnya sambil menunjuk ke lehernya.
Dalam menikmati masa-masa after fifties-nya yang berbahagia, Ester kadang masih tampak menghadiri acara-acara entertainmen. “Saya tidak menampik memang suka dunia entertainmen. Salah satunya, adalah pemilihan Putri Indonesia. Saat team Miss Universe 2008 silam berkunjung ke Jayanata  Beauty Plaza di Surabaya, saya sempat bertemu dengan team tersebut. Ada semacam kebanggaan bertemu dengan mereka. Foto saya akhirnya muncul pada label DVD Miss Universe 2008. Saat itu kebetulan sempat tampil bareng Pinkan Mambo.  Mereka juga bilang, katanya meski sudah berumur, kulit saya masih bersih dan kenceng lo, he… he…he,” pungkas perempuan yang juga meng-upload video saat dia menyanyi di situs youtube.com tersebut seraya tersipu. (sin/sir/han)