Tak Boleh Cengeng Saat Ditinggal Suami Tur Away

MALANG – Kehidupan pemain sepakbola memang tak bisa lepas dari puja-puji suporter serta fans. Vivi Rezky Dirgayatri atau biasa dipanggil Vivi Santoso, istri Dendi Santoso, memahami romantika naik turun karir suaminya di mata suporter. Termasuk saat Dendi berlaga di Stadion Kanjuruhan.
Bagi sebagian besar suporter, Kanjuruhan adalah surganya Arema, karena seluruh masyarakat Malang Raya berkumpul untuk mendukung aksi Dendi Santoso dkk. Namun, bagi Vivi yang sudah lama menemani Dendi berlaga dari atas tribun, Kanjuruhan sering juga jadi neraka, khususnya untuk pemain.
Sebab, tidak semua pemain Arema bisa selalu bermain dalam kondisi top form. Tak terkecuali Dendi. Pemain sepakbola jebolan Akademi Arema ini juga pernah mengalami pasang surut dalam peformanya di lapangan. Saat itulah, Vivi yang setia mendukung suaminya dari atas tribun, mendengar berbagai macam cacian, mulai sekadar sindiran, ejekan bahkan hinaan.
”Bukan cuma pujian untuk Arema saja yang ada di stadion. Saya sudah terbiasa berada di Stadion Kanjuruhan lalu dengar ada yang mengejek dan mencaci pemain Arema sendiri. Saya sudah biasa mendengar pujian saat Arema menang, dan hinaan saat Arema kalah,” terang Vivi kepada Malang Post kemarin.
Saat orang lain menghina dan mencaci performa skuad Arema dan Dendi, Vivi yang jadi penopang mental suaminya. Karena itu, tidak berlebihan bila suporter sejati itu adalah istri pemain. Tak peduli performa suaminya turun atau naik, menang atau kalah, istri pemain sepakbola selalu setia menemani dan memberi support.
”Perlu diingat, pemain sepakbola itu tak selalu bisa main bagus, adakalanya bisa main maksimal dan bikin gol. Tapi, ada juga waktunya menurun. Sebagai istri, saya cuma bisa beri dukungan agar semangatnya tumbuh lagi,” tandas wanita yang menikah dengan Dendi pada 10 Maret 2012 itu.
Dukungan lain yang bisa diberikan Vivi kepada suaminya, adalah saat Dendi sedang tur luar kota. Pemain sepakbola yang menjalani kompetisi reguler seperti ISL, memang sering bertandang keluar kota. Praktis, waktu untuk keluarga tidak sebanyak kepala rumah tangga pada umumnya.
”Saya tahu risiko jadi istri pemain bola, waktu untuk anak istri pasti gak banyak. Karena itu saya mandiri dan tidak cengeng ketika ditinggal suami tur away. Dalam rumah tangga saya, segala hal saya lakukan sendiri, mulai anak sakit sampai bantu ekonomi keluarga,” tegas Vivi.
Sudah hampir setahun, ibu dari Aldevo Zada Santoso itu mengerjakan profesi wedding make up artist. Hal ini demi membantu perekonomian rumah tangganya dengan Dendi. Selain itu, ia juga tak mau membebankan urusan dalam rumah kepada Dendi, yang sering keluar kota.
”Biar Dendi fokus ke pekerjaannya, saya urusi semua kebutuhan rumah tangga. Saya berdoa saja dalam perayaan hari ibu ini, supaya bisa jadi istri dan ibu yang baik untuk keluarga kecil saya ini,” tutup Vivi.(fin/nda)