Ibu-ibu Tangguh di Kandang Singa

Pegang Kendali Urusan ‘Dalam Negeri'
Siapa masyarakat sepakbola yang tidak kenal Iwan Budianto? CEO Arema Cronus itu pernah menjadi Exco PSSI, board management BLI, manajer klub juara, Ketua BLAI hingga asisten manajer timnas. Perjuangan penuh lika-liku pun dilalui oleh IB, sebelum akhirnya menjelma menjadi sosok tangguh di persepakbolaan Malang dan Indonesia.
Namun, di balik popularitas dan keglamoran dunia sepakbola yang diraih IB sekarang, ada sosok yang jauh lebih tangguh dari pria yang sejak muda sudah jadi Aremania di tribun VIP itu. Sosok tersebut tak lain adalah sang istri, Ni Putu Evy Shinta Dewi yang sudah sejak 1994 menemani jatuh bangun IB.
“Saya menikah dengan mas Iwan tahun 1994, setahun kemudian, tahun 1995, Vyan lahir,” terang Evy kepada Malang Post. Ya, Evy menjalani pernikahan dengan “bapak angkat” Cristian Gonzales itu selama 19 tahun, dan dikaruniai dua putri, Laksmi Arista Vyanda dan Laras Carissa Devinta.
Sudah dua dekade, wanita berdarah Bali yang sejak kecil tinggal di Malang ini, menikahi sosok paling penting dalam reformasi Arema menuju sepakbola industri, sejak diakuisisi PT Pelita Jaya Cronus tahun 2012. Dua dekade bukanlah waktu yang terlalu lama dalam sebuah pernikahan.
Namun, Evy sudah mengenal suaminya jauh sebelum popularitas dan keglamoran dikaruniakan pada IB. Evy sudah pacaran dengan IB sejak sekolah menengah pertama, di SMPN 6 Malang. “Saya sudah pacaran sama Mas Iwan sejak sekolah di SMPN 6 Malang, hingga menikah dan lanjut sampai sekarang,” tuturnya.
Hampir dua puluh tahun menikah, wanita enerjik ini sudah memahami dinamika profesi suaminya, termasuk godaan dan tantangan seiring karir IB yang terus menanjak. “Sejak awal pacaran sampai sekarang, saya sudah tahu seperti apa naik turunnya karir Mas Iwan, termasuk, orang yang bicara tak benar soal suami saya,” terang Evy.
Alumnus ITN Malang jurusan Planologi ini mengatakan, ia sudah ribuan bahkan belasan ribu kali mendengar ada omongan miring soal IB. Tapi, Evy tak menggubris semuanya itu. Pasalnya, IB sama seperti pemain sepakbola, yang dipuji saat memberi kemenangan, tapi dicaci saat kalah atau tidak berprestasi.
“Saya sudah kebal dari yang seperti itu, setelah 19 tahun menikah dengan mas Iwan. Orang lain ya mudah saja ngecap suami saya begini, suami saya begitu. Tapi, yang seperti itu gak usah dipikir, itu sudah resiko,” tandas alumnus SMAN 3 Malang ini.
“Saya tidak mau nggreweli, sedikit-sedikit wadul suami, itu malah tambah beban pikiran mas Iwan yang punya kesibukan tinggi. Karena itu sudah lama saya urusi semua sendiri, urus anak dan segala perkara rumah tangga, saya yang atur,” tutur wanita yang supel dan blater, mirip dengan kepribadian IB itu.(fin/nda)

Rela Jadi Kondektur Antar Kota
MALANG – Sebagai istri Iwan Budianto, Ni Putu Evy Sinta Dewi memang layak disebut jauh lebih kuat ketimbang suaminya. IB memiliki mobilitas tinggi, tapi Evy lebih kuat karena jadi pelindung bagi keutuhan rumah tangganya. Seperti semua ibu rumah tangga, Evy menjadi penolong untuk suami, sekaligus menjadi pendidik bagi dua putri, Laksmi Arista Vyanda dan Laras Carissa Devinta.
“Walaupun mas Iwan jadi manajer klub di Kalimantan, atau dapat jabatan di Jakarta, saya gak pernah boyongan, kedua anak saya tetap di Malang dan bersekolah di sini. Saya yang keliling dan datangi suami di luar kota, yah, itungannya jadi kondektur antar kota, haha,” ujar Evy terkekeh.
Apalagi, sekarang putri sulung Evy, Vyan menempuh kuliah di Singapura. Sementara, IB sibuk di Malang, dan Vina, si putri bungsu, masih bersekolah di SMAN 3 Malang. Tak heran, Evy sempat terbang bolak-balik Malang-Singapura agar keluarganya tetap terkontrol.
Penghobi sepakbola ini sama sekali tak merasa keberatan. Bagi Evy, ini sudah menjadi tugas yang harus dijalani, sebagai penjaga keluarga. Kala IB harus fokus mengangkat karir, Evy yang menjadi penjaga bagi kedua putrinya. “Sejak dulu, saya yang jadi sie umum, kerjakan apa saja untuk keluarga, dimanapun saya dibutuhkan, baik oleh anak atau suami, saya siap berangkat,” tegasnya.
Dalam momen hari Ibu ini, Evy berharap bisa semakin kuat dalam menjalani perannya sebagai istri dan ibu bagi keluarga. Menurut penghobi moge itu, sosok ibu rumah tangga yang diinginkannya adalah, jadi teman sekaligus tempat curhat segala macan urusan serta kebutuhan keluarganya.
“Saya siap menjadi apa saja yang dibutuhkan keluarga saya, kapanpun, dimanapun, sesuai kondisi dan keterbatasanku. Tapi, saya tetap mengusahakan yang terbaik untuk keluarga yang saya cintai. Saya berusaha positif dalam menghadapi masalah keluarga,” kata Evy.
“Terutama, mempersiapkan anak-anak saya agar siap lahir batin untuk terjun dalam masyarakat, saya berdoa supaya anak-anak bisa berguna bagi lingkungan dan masyarakat, tapi, juga berguna untuk diri sendiri serta keluarganya,” tutup Evy. (fin/nda)