Abdikan Diri Untuk Wong Cilik

Hari ini , Menjadi hari yang bersejarah bagi Wali Kota Malang, H. Moch Anton. Karena hari ini, Selasa (31/12) pria kelahiran Malang, 31 Desember 1965 lalu, genap berumur 48 tahun. Di usianya yang ke-48 tahun ini, pria yang memiliki nama kecil Goei Hing An ini, lebih dari 100 hari mengabdikan dirinya menjadi pelayan masyarakat Kota Malang.
Kamis, 23 Mei 2013 menjadi sejarah baru, harapan baru bagi perubahan di Kota Malang. Udara pagi hari yang cerah membuat masyarakat antusias berbondong-bondong menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS) di daerahnya masing-masing. Sejarah baru benar-benar terukir, pasangan H. Moch Anton-Sutiaji dipercaya rakyat untuk memimpin Kota Malang lima tahun ke depan.
Sebagai pasangan terpilih, H. Mochamad Anton dan Sutiaji dilantik Gubernur Jatim, DR. Soekarwo pada 13 September 2013 lalu, sebagai walikota dan wakil walikota Malang periode 2013-2018, di gedung DPRD Kota Malang yang baru saja selesai dibangun.
Langkah itu menjadi awal menuju Kota Malang Bermartabat, sesuai dengan misi visi yang di usung pasangan H. Moch Anton-Sutiaji. Visi inilah yang akan dikembangkan dalam kemimpinanya selama lima tahun ke depan.
Selain visi tersebut, hal lain yang tak kalah pentingnya adalah Kepedulian Wong Cilik sebagai semangat dari pembangunan Kota Malang periode 2013-2018. Seluruh aktivitas dan program pembangunan di Kota Malang harus benar-benar membawa kemaslahatan bagi wong cilik. Bermartabat dapat menjadi akronim dari beberapa prioritas pembangunan yang menunjuk pada kondisi-kondisi yang hendak diwujudkan melalui , Bersih, Makmur, Adil, Religius, Toleran, Terkemuka, Aman, Berbudaya, Asri, dan Terdidik.
“Dari awal, kami diminta para ulama, habaib, para kiai untuk memimpin Kota Malang. Semangat inilah yang membuat saya, berusaha untuk mengabdikan diri untuk menjadi pelayan masyarakat Kota Malang. Pembangunan kesejahteraan untuk wong cilik menjadi prioritas kami,” kata Wali Kota Malang, H. Moch Anton.
Diusianya yang ke-48 tahun, Abah Anton akan berusaha untuk mengabdikan dirinya untuk masyarakat Kota Malang. Kemapanannya sebagai pengusaha sukses ditanggalkannya untuk membangun kesejahteraan rakyat Kota Malang.
Baginya, pembangunan yang akan dilakukannya bermuara pada kesejahteraan masyarakat Kota Malang. Karena itu yang menjadi tujuan utamanya memimpin Kota Malang.
“Karena itu, program-program yang peduli wong cilik menjadi prioritas mulai dari pendidikan gratis, perbaikan jalan-jalan kampung yang selama ini tidak mendapat perhatian, kenaikan insentif guru ngaji, pengurus RT dan RW dan banyak program lainnya yang pro rakyat,” terangnya. (aim)

2014 Target 2000 Rumah Dibedah

Salah satu komitmen mulai pasangan Anton-Sutiaji adalah membangun Kota Malang yang bermartabat. Wali Kota Malang H.M Anton berharap kesejahteraan rakyat Kota Malang terus meningkat. Penanggulangan kemiskinan terus dilakukan secara berkesinambungan untuk mengangkat harkat, martabat dan kesejahteraan warga miskin dengan menggerakan perekonomian rakyat dan kemandirian.
Kompleksitas masalah kemiskinan tentu tidak bisa dijawab melalui program yang bersifat parsial, apalagi kontradiktif. Tetapi perlu dilakukan rumusan kebijakan yang bersifat holistik. Ada keterkaitan antara satu dengan lainnya, meskipun tidak bisa menghindari pendekatan sektoral.
Sejak dilantik pada 13 September lalu, Wali Kota Malang Anton langsung melakukan pemberdayaan kepada pedagang-pedagang kecil. Hari kedua setelah dilantik sebagai wali kota, pasangan Anton-Sutiaji menggelar pesta rakyat yang menyuguhkan pedagang-pedagang kecil seperti bakso, mie ayam, gado-gado dan makanan serta minuman lainnya. Semua diberikan secara gratis untuk masyarakat. Ada pemberdayaan yang dilakukan untuk para pedagang kecil. Masyarakat senang, pedagang kecil pun gembira.
Disaat bersamaan, wali kota juga menggerakan para pengusaha untuk ikut terlibat dalam membangun Kota Malang. Termasuk peduli dengan masyarakat miskin. Salah satunya dengan program CSR. Hasilnya, 1200 rumah tidak layak huni akan dilakukan renovasi secara bertahap oleh para pengusaha dan juga program pemerintah, seperti melalui PNPM, bantuan Kementrian Perumahan Rakyat yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Pengawasan Bangunan Kota Malang, bantuan Kementrian Sosial dan lainnya.
Dari data yang ada di Dinas Sosial Kota Malang, jumlah rumah yang tidak layak huni di Kota Malang mencapai 3.705 unit rumah yang tersebar di 57 kelurahan.
“Tahun 2014 mendatang, kami harapakan akan lebih banyak lagi rumah tidak layak huni yang akan dibedah. Target saya bisa mencapai 2000 rumah yang akan dibedah di tahun 2014 mendatang.
Wali kota turun langsung kerja bakti bersama warga untuk merenovasi rumah yang tidak layak huni, seperti yang dilakukannya di rumah yang ada di di Jalan Muharto Gg. V dandi wilayah Kelurahan Wonokoyo. Renovasi rumah dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan warga sekitar.
Dengan perbaikan rumah menjadi rumah yang sehat dan layak huni, harapannya kesejahteraan akan meningkat. Warga miskin tidak lagi memikirkan kondisi tempat tinggalnya, tapi sudah berusaha untuk meningkatkan kesejahteraanya.
“Kalau rumah mereka sudah sehat dan baik, mereka tentunya tidak lagi memikirkan bagaimana memperbaiki rumahnya. Sehingga, mereka dapat meningkatkan kesejahteraannya,” terang bendahara PC NU Kota Malang itu. (aim)