Batu Satam Ratusan Juta dari Belitung

MAHAL : Batu Satam (meteorit) berlafaz Allah di stan Bangka Belitung (Babel)  harganya bisa mencapai Rp 150 juta.

MALANG - Salah satu daerah di  Bangka Belitung  (Babel) yakni Kabupaten Belitung Timur   ikut ambil bagian dalam Parade Pangan Nusantara di Lapangan Rampal. Selain mengusung paket wisata,daerah ini juga mengangkat potensi batu satam (batu meteor) yang harganya bisa menembus Rp 150 juta.
Stan Kabupaten yang kini dipimpin adik Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahok, yakni Basuri Tjahaja Purnama, diserbu pengunjung. Mereka tak hanya tertarik dengan paket destinasi di daerah berjuluk negeri sejuta pelangi itu. Namun, pengunjung penasaran dengan pesona batu satam alias batu meteor.“Batu satam ini tak sembarangan ditemukan di Belitung, susah sekali dicari,” ujar pengrajin batu satam Asriyanto kepada Malang Post.
Batu satam yang diboyong Asri ke Malang ini, mulai harga Rp 200 ribu sampai dengan Rp 150 juta. Yang paling mahal adalah batu meteor yang terdapat lafaz Allah. Batu tersebut membuat para pengunjung terheran-heran saat datang ke stan Belitung Timur.“Kalau yang ini adalah batu adam dan hawa, kita temukan terpisah, ternyata identik satu sama lain ketika digabungkan,” imbuh Asri sambil menunjukkan batu tersebut
Batu lainnya, ada pula yang berharga Rp 5 juta, itu untuk batu dengan tekstur indah dan bobot 1 0ns. Ada pula Batu bobot serupa namun dengan tekstur polos bisa seharga Rp 4 juta.
“Bisa dibuat untuk mata cincin, batu ini hanya ada di Belitung, kemungkinan karena ada riwayat hujan meteor,” jelasnya.
Selain Batu Satam, Dinas pariwisata setempat juga memperkenalkan destinasi pariwisata. Mariyati selaku Kabid Pengembangan destinasi wisata Kabupaten Belitung Timur dengan lihai menerangkan destinasi wisata. Seperti kunjungan ke sejumlah pantai misalnya Burung Mandi.
“Juga bisa datang ke museum kata Andrea Hirata, warung Kupi 1001 warung kopi di Kecamatan Manggar,” ungkapnya.
Jarak dari bandara diperkirakan sekitar 1,5 jam, dengan kondisi jalan yang hotmix. Keseluruh akses di kawasan Babel memang diperhatikan. Sebab, kepulauan itu akan jadi destinasi ketiga di Indonesia, setelah Bali, Pulau Komodo dan baru kemudian Bangka Belitung.
“Saya naik Sriwijaya pas kena tarif dibawah Rp satu juta, itu sudah dari Bangka Belitung, transit di Jakarta dan turun Malang, jadi ke Babel bisa langsung dari Malang, bisa Garuda, Citilink juga,” imbuh Mariyadi didampingi Danramil Manggar Kapten Tri Yuwono.(ary/nug)