Jangan Terpaku Pada Beras

PEMBUKAAN : Menteri Pertanian Suswono, Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Pangdam V/Brawijaya Mayjen R.Ediwan Prabowo ketika membuka pameran.

MALANG - Saat pembukaan Parade Pangan Nusantara di Lapangan Rampal, Menteri Pertanian Suswono meminta ada penganekaragaman pangan. Jangan sampai, masyarakat tetap terpaku pada satu bahan pokok saja, seperti beras. Sebab, ke depan persaingan global bakal semakin mengerikan seiring pertumbuhan penduduk.
 “Situasi ke depan berat perubahan iklim, jumlah penduduk meningkat dan lahan sempit, maka garus tumbuhkan inovasi dan jangan bergantung pßada pokok dari beras,” jelasnya.Kata Menteri ada sumber lain, pangan lokal yang masih banyak. Ke depan akan krisis air sehingga tanam padi susah. Keluarga perlu ditekankan bahwa ada sumber karbohidrat lain, dengan membiasakan anak-anak tidak hanya makan nasi, tapi jagung, ketela, ubi jalar, pisang dan sukun.
“Jangan sampai sudah makan pisang 10 biji tapi bilang belum makan, harus ada diversifikasi pangan dimulai dari keluarga. Parade ini untuk kenalkan pangan lokal di Indonesia,” tegasnya.
Pangan bisa jadi masalah besar pada tahun 2030 ketika penduduk Indonesia diperkirakan 300 juta jiwa. Malah tahun 2045 pendudukan dunia diperkirakan 9 miliar maka kebutuhan pangan naik  70 persen. “Kita harus biasakan dengan makanan lain kepada anak cucu kita,” tegasnya.
Selain itu, dia menyatakan bahwa jajaran TNI siap kerjasama dan bantu rakyat. Untuk itu para Bupati dan Wali Kota harus bisa melibatkan TNI. Tentara kata dia bisa dilibatkan untuk panen raya, memerangi hama dan kegiatan lain dalam bidang pertanian.
Dia juga menyatakan bahwa acara ini satu bukti TNI sangat peduli dengan pangan. Pertahanan utama negara adalah pangan, sehingga parade ini satu jawaban bahwa TNI peduli ketahan pangan. “Ini menindaklanjuti MoU Mentan dan panglima dua tahun lalu, jangan ada ketergantungan pangan dari impor, pangan harus ada dan terjangkau rakyat,” tandasnya.(ary/nug)