Papua Andalkan Buah Merah

MALANG - Stand Papua di arena Parade Pangan Nusantara dibanjiri pengunjung.  Mereka berburu makanan dan olahan hasil pertanian dari provinsi paling timur di Indonesia ini.
Salah satu komoditi yang paling diburu pengunjung yakni buah merah yang diolah menjadi kapsul dan sirup. Pasalnya buah khas Papua itu memiliki manfaat untuk kesehatan.
“Kami menampilkan komoditi buah merah  yang memiliki banyak khasiat. Diantaranya untuk stamina, kekebalan tubuh, mengobati penyakit dalam seperti kanker, asam urat dan penyakit lainnya,” jelas  Ketua Asosiasi Pasar Tani Kabupaten Jayapura, Doli Korwa kepada Malang Post.
Buah merah yang dihadirkan di stand Papua diolah menjadi kapsul dan sirup. Selain itu bentuk asli buah merah pun dihadirkan. Selain itu juga menampilkan obat oles dan berbagai panganan.
“Kami juga menghadirkan sagu dan olahannya. Disini ada sagu  yang diolah menjadi kue kering. Ada juga ikan tuna yang sudah diolah. Juga tersedia dendeng rusa dari Merauke, abon tuna, kripik keladi, dan kripik sukun,” katanya.
Di hari pertama Parade Pangan Nusantara, Stand Papua memamerkan kekayaan alamnya seperti buah-buahan. Diantaranya buah matoa, jeruk, irisan manisan pala hingga salak. “Buah-buahan sudah habis karena kami sediakan untuk pengunjung secara gratis,” katanya.
Doli bahagia atas apresiasi pengunjung di stand Papua. Ratusan orang berkunjung ke stand tersebut. Stand Papua merupakan  hasil kerjasama Asosiasi Pasar Tani Jayapura yang merupakan binaan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan Papua bekerjasama dengan Kodam XVII Cenrawasih.
Masyarakat antusias berkunjung ke stand Papua karena komoditi yang ditampilkan. Pasalnya selama ini kebanyakan warga tidak mengetahui secara langsung buah merah dan berbagai hasil pertaniannya. “Selama ini tahu buah merah dari buku dan bahan bacaan. Ternyata bentuk aslinya seperti ini. Buah merah kan terkenal khasiatnya,‘’kata Ratna, warga Sawojajar. (van/nug)