Bukti Kebersamaan,Layani Masyarakat

MALANG - Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Gunawan Wijaya turun tangan ikut menggoreng tempe untuk masyarakat pengunjung Parade Pangan Nusantara di Lapangan Rampal, kemarin siang. Warga pun kagum kebersamaan dan kepedulian  prajurit TNI  bersama masyarakat.
Aksi goreng tempe itu merupakan bagian dari proses penggorengan tempe terbanyak 69.000 potong. Kegiatan tersebut dalam rangka memecahkan rekor Muri yang dijadwalkan diumumkan hari ini.
Gunawan berbaur bersama 60 anggota TNI lainnya saat menggoreng tempe. Duduk di depan pengoreng, perwira menengah TNI AD dengan dua melati dipundak itu lincah memainkan penggoreng. Ia selalu tersenyum walau berhadapan dengan minyak panas.
Usai menggoreng, Gunawan mempersilahkan warga untuk langsung menikmati tempe goreng. Warga pun ramai-ramai mencicipi hasil karya para prajurit TNI termasuk Gunawan itu.
“Terimakasih ndan. Gorengannya chef Dandim enak, lezat ndan,” puji warga lalu menikmati tempe goreng. “Asik… dapat tempe goreng gratis. Besok-besok lagi ya ndan,” ucap warga lainnya.
Gunawan mengaku senang  sebab bisa membahagiakan warga yang mengunjungi arena Parade Pangan Nusantara. “Saya bangga dan gembira karena bisa melayani masyarakat secara langsung. Disinilah salah satu terwujud kebersamaan,” ujarnya.
Alumni Akmil angkatan 1994 ini mengatakan,  kendati tempe goreng dibagikan secara gratis namun tetap mengutamakan kelezatan, bergizi dan sehat. Hal tersebut merupakan salah satu sikap nyata kepedulian TNI kepada rakyat. “Sejatinya prajurit itu ada untuk mengayomi dan melindungi rakyat. Dari sinilah tumbuh kebersamaan dan dicintai rakyat karena bersama rakyat, TNI kuat. Prajurit yang mencintai rakyat itu sebuah keharusan ” katanya.
Tempe yang digoreng kemarin merupakan temnpe terpanjang. Ukurannya 6 x 9 meter dengan ketebalan 5 cm. Proses pembuatannya oleh prajurit TNI dengan didukung ahlinya sejak dua hari lalu. Kegiatan tersebut tak hanya sekadar untuk memecahkan rekor Muri. Namun membawa pesan tentang pentingnya mencintai dan mempertahankan panganan tradisional.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk mencintai makanan kita sendiri seperti tempe. Karena tempe itu milik Indonesia dan merupakan makanan yang berkualitas, sehat, bergizi dan terjangkau,” pungkasnya. (van/nug)