Goei Hing An : Hormati Perbedaan, Bangun Kebersamaan

MALANG – Tahun baru imlek 2565 tahun ini bertepatan dengan tanggal 31 Januari. Perayaan tahun baru milik masyarakat Tionghoa ini biasanya ramai digelar dengan semarak atraksi barongsai, lampion dan aksesori budaya etnis Tionghoa.
Sebagai wali kota yang memiliki darah Tionghoa, H. Moch Anton (Goei Hing An)
sangat menghormati perbedaan yang ada. Baginya, perayaan tahun baru Imlek bukan hanya milik masyarakat Tionghoa saja, tetapi telah menjadi pesta rakyat di seluruh penjuru Indonesia, termasuk di Kota Malang.
“Selamat Tahun Baru Imlek 2565, Gong Xi Fa Chai. Semoga di tahun baru ini akan semakin banyak kemakmuran, senantiasa diberi kebahagiaan, kesejahteraan, dan keberuntungan,” kata Wali Kota Malang, H. Moch Anton.
Sebagai wali kota yang memiliki garis keturunan Tionghoa, dia merasa bahagia. Momentum tahun baru Imlek ini menjadi saat yang tepat untuk melakukan refleksi, evaluasi, dan tranformasi diri, menuju kebijaksanaan, kepekaan sosial, dan kemuliaan. Sehingga akan dapat membangunan kebersamaan, menjalin kesetiakawanan, dan menumbuhkan kepedulian di antara sesama.
Wali kota yang memiliki nama kecil Goei Hing An itu menegaskan, perbedaan bukanlah kendala untuk hidup guyub rukun dan saling toleransi dan bukan untuk dipertentangkan. Perbedaan akan selalu ada di dalam realitas kehidupan. Persaudaraan dan kebersamaan harus tetap terus dibangun, tidak boleh terganggu dan terpisahkan oleh sekat ruang perbedaan.
“Kebersamaan kita di Kota Malang harus terus dibangun. Membangunan kebersamaan dalam perbedaan, bukan sebaliknya. Ini menjadi kesadaran bersama untuk saling menghormati dan menerima perbedaaan yang ada,” ungkap ketua PITI Malang raya itu.
Menurutnya, saat ini tidak lagi membeda-bedakan asal-usul keturunan atau kelompok etnis. Saat ini waktunya membangun semangat kesetaraan antara semua warga bangsa. Semuanya telah membaur di Kota Malang yang tercinta.
“Semangat Bhinneka Tunggal Ika ini yang harus terus digelorakan,” ungkapnya.
Masyarakat Tionghoa bagian integral dari bangsa Indonesia yang lahir, tumbuh, dan hidup di tanah air Indonesia, khususnya di Kota Malang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari rakyat Indonesia. Tidak heran, jika saat ini banyak warga Tionghoa yang mengabdikan dirinya untuk rakyat, seperti yang ada di Kota Malang.
“Tidak boleh lagi ada diskriminasi, tidak boleh lagi ada perlakuan yang tidak adil. Semua membangun kebersamaan untuk membangun kemakmuran di bumi Arema yang kita cintai ini,” tandasnya. (aim/fia)