Sembahyang Sang Sien Melaporkan Amal KebajikanTahun Ular Air

Petikan ajaran dari agama Khonghucu tersebut diucapkan oleh Bonsu Hanom Pramono di Klenteng Eng An Kiong Kota Malang, kemarin. Dia berdiri disamping dua bonsu (rohaniawan) lainnya, yakni Bonsu Anton Triyono dan Bonsu Endong Sujoyo. Dibelakang tiga bonsu ini, puluhan umat berdiri dengan sikap sembahyang, menghadap ke arah altar utama (Thien).
Para bonsu ini tengah memimpin sembahyang Sang Sien menyongsong datangnya Imlek tahun 2665. usai sujud di altar utama, Bonsu memimpin umat sujud di haraan altar Dewa Bumi. Kemudian dilanjutkan ke seluruh altar dewa yang berada di Klenteng, totalnya ada 24 altar.
Sembahyang ini dimulai dari altar utama, kemudian bergerak ke belakang menuju altar Dewi Kwan Im. Setelah bersembahyang di altar Dewi Kwan Im, kemudian bergerak ke altar di arah selatan. Terdapat beberapa altar yang juga disembahyangi satu persatu. Kemudian menuju arah utara di deretan altar dewa di sana.
Seluruh prosesi dilakukan secara tertib dan khusyuk. Dipimpin para Bonsu, yang tak lupa merapal Wei De Dong Tian dan dijawab dengan Xian You Yi De. Sembahyang itu dimaksudkan untuk mengantarkan Para Suci yang ada di klenteng untuk menghadap Tuhan Yang Maha Esa.
“Para Suci akan menyampaikan amal perbuatan manusia di muka bumi pada tahun yang lalu (tahun ular), ini kita lakukan tujuh hari sebelum Imlek,” ujar Bonsu Anton Triyono kepada Malang Post.
Dari sisi religius, klenteng memang memaknai imlek dengan berbagai sembahyang. Sang Sien ini digelar sebagai bentuk ibadah pra Imlek. Kemudian pada hari H, yakni 31 Januari bakal dilaksanakan sembahyang Imlek. Ibadah paska Imlek baru digelar pada 3 Feburari mendatang.
“Pada ibadah paska Imlek 3 Februari, kita menerima kembali Para Suci turun ke dunia agar para suci bisa membimbing di tahun kuda kayu,” imbuh Bonsu ini.
Masih dalam paska Imlek, tujuh hari setelahnya bakal dilaksanakan King Thi Kong. Menurut Anton, ini merupakan sembahyang ke hadirat Tuhan YME. Atas yang berkenannya Tuhan padan pra Imlek, Imlek dan sampai saat ini.
“Puncaknya nanti adalah. Cap Gomeh pada 14 Februari (tanggal 15 Imlek),” jelasnya.
Momen Cap Gomeh itu, menurut Anton hampir sama dengan semangat habluminannas umat Islam. Sebab pada cap gomeh nanti, ada acara makan lontong secara bersama-sama lintas agama, etnis dan lintas bangsa.
Pendek kata, semangat warga Tionghoa tak lepas dari salam Wei De Dong Tian dan
Xian You Yi De. Doa yang disampaikan di depan altar Thien itu bergema dalam rumah ibadah yang segera berusia 188 tahun tersebut. Salam tersebut dipetik dari Kitab Shu Jing (salah satu Kitab Suci Agama Khonghucu).(Bagus Ary Wicaksono)