Fokus Penguatan Pemberdayaan Perempuan

MALANG – Momentum satu abad Kota Malang menuju kota metropolis bermartabat akan dihadapkan pada pola kehidupan yang cepat berubah, berbasis teknologi dan semakin terbuka. TP PKK Kota Malang akan mengimbanginya dengan berbagai program strategis untuk menjawab tantangan kebutuhan jangka pendek daan kepentingan jangka panjang dalam perannya di keluarga dan sebagai warga kota.
“100 tahun Kota Malang menjadi momentum yang sangat penting bagi PKK untuk semakin meningkatkan pemberdayaan perempuan dan keluarga,” kata Ketua TP PKK Kota Malang, Hj. Dewi Farida Suryadi kepada Malang Post, kemarin.
Sebagai penguatan pemberdayaan, TP PKK kota menggandeng beragam stakeholder, guna membangun jejaring dengan pihak swasta lewat program CSR dan media massa. Dengan media massa untuk pengembangan kapasitas lain terkait melek media dan teknologi informasi serta memanfaatkan media sebagai sarana informasi bagi masyarakat luas tentang aktifitas PKK kota.
Pengembangan kapasitas perempuan juga dilengkapi dengan pelatihan yang berdampak strategis, seperti kepemimpinan perempuan, keterampilan public speaking dan penyadaran gender. Ini dimaksudkan agar perempuan terutama pengurus PKK bisa menjadi warga masyarakat yang akftif dalam partisipasi pembangunan yang lebih berarti bagi perubahan kebijakan kota sebagai kota metropolitan.
“Tantangan perempuan kedepan semakin kompleks. Karena itu, pengembangan kapasitas perempuan yang dilenglapi dengan pelatihan akan terus dilakukan,” terangnya.
Dijelaskannya, kegiatan lomba dan pelatihan yang diberikan pada pengurus PKK wilayah tidak hanya berisi ketreampilan teknis, namun juga dilengkapi dengan pengembangan kapasitas untuk kemandirian dan pemberdayaan perempuan. Seperti pelatihan keterampilan pangan, tidak hanya untuk menemukan resep, namun diarahkan untuk ketahanan pangan, pemasyarakatan konsumsi ikan dan pemanfaatan bahan lokal serta untuk usaha produktif.
Pelatihan diarahkan untuk jiwa kewirausahaan dan kemandirian ekonomi perempuan.  Pengembangan jiwa kewirausahaan juga dibangun dengan menggunakan ketua TP PKK sebagai role model. Pengalaman panjang sebagai pengusaha dimasyarakatkan lewat program dialog interaktif yang dikemas dengan pelibatan mahasiswa dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) dengan fasilitasi RRI Malang.
“Ini merupakan kegiatan pertama yang pernah dilakukan oleh TP PKK sekarang dan belum pernah dilakukan di era sebelumnya. Pengembangan kemandirian ekonomi perempuan juga diperkuat dengan adanya koperasi yang dikelola PKKdi wilayah,” tambahnya.
Isu tumbuh kembang anak menjadi salah satu fokus utama. Pemberdayaan kader dan revitalisasi posyandu dan dasawisma diarahkan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian bayi dan balita, serta kasus-kasus kesehatan lainnya. Taman Posyandu Alpukat Tanjungrejo yang masuk nominasi nasional dan mewakili Jawa Timur akan menjadi pemacu gerakan revitalisasi untuk wilayah lainnya.
“Salam Ceria, Cerdas, Cemerlang. PKK Kota Malang akan menjadi bagian perubahan dalam rangka 100 tahun kota Malang menuju kota Metropolitan yang humanis,” tandasnya. (aim)

Wawalikota Malang
100 tahun Kota Malang menjadi tantangan yang besar bagi Pemkot Malang dibawah kepemimpinan duet Wali Kota Malang, H. Moch Anton dan Wawali Kota Malang, Sutiaji. Sesuai dengan visinya menuju Kota Malang Bermartabat yang telah dijalankan selama bulan, setelah dilantik sebagai wali kota dan wawali pada pertengahan September 2013 lalu, menjadi tantangan besar untuk diwujudkannya.
visi BERMARTABAT dapat menjadi akronim dari beberapa prioritas pembangunan yang menunjuk pada kondisi-kondisi yang hendak diwujudkan sepanjang periode 2013-2018, yakni bersih, makmur, adil, religius-toleran, terkemuka, aman, berbudaya, asri, dan terdidik. Selain itu, Bermartabat berarti mulia dan mulai itu menghargai.
“Hal ini adalah penerjemahan langsung dari konsep Islam mengenai baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur (negeri yang makmur yang diridhoi oleh Allah SWT, red),” kata Wawali Kota Malang, Sutiaji kepada Malang Post, kemarin.
Dia berharap, di hari jadi ke-100 tahun ini, dengan visi itu akan terbangun sistem sebuah sistem  tata kelola pemerintah yang baik, bebas dari korupsi dan lainnya. Meratanya pembangunan dengan pelibatan masyarakat dalam proses pembangunan  mulai dari merencanakan, pelaksanaan, sampai dengan pengawasannya sesuai dengan regulasi yang ada.
Pelayanan public yang terukur dan akuntabel menjadi harapan bagi masyarakat. Sistem pelayanan yang akan dibangun akan komputerisasi. Semua pelayanan perizinan dan pelayanan administrasi kependudukan akan dapat terkontrol melalui computer. Sehingga, walikota dapat dengan mudah melakukan pengawasan terhadap setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. Sehingga ada kepastian pelayanan prima yang diperoleh masyarakat.
“Nantinya, semua pelayanan akan dapat terlihat dalam sistem jaringan computer, meskipun walikota tengah berada di luar kota. Misalkan, pelayanan administrasi dalam SOP maksimal 3 hari. Jika lima hari akan terlihat ada pelanggaran,” ungkapnya.
Begitu juga dalam reformasi birokrasi yang sudah diatur dalam aturan perundangan akan dilaksanakan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dalam hal pendidikan pun sama. Kualitas pendidikan akan menjadi konsen Pemkot Malang dalam peningkatan mutu pendidikan yang ada di Kota Malang. Sebagai kota pendidikan harus dapat terbangun kesadaran masyarakat akan arti pentingnya pendidikan. (aim)