Mohon Ma'af, website sedang perbaikan.
Dapatkan Update Berita Terbaru di :
        www.malangpost.net

Makin Banyak Taman di Kota Arema

MALANG – Bulan Juni menjadi bulan penataan taman kota. Setelah meresmikan Taman Cerdas Trunojoyo pada awal Juni, Sabtu (14/6) kemarin, Wali Kota Malang, H. Moch Anton meresmikan Merbabu Family Park. Pembangunan Taman Merbabu tidak menggunakan dana APBD, tapi berasal dari CSR PT Beiersdorf,  produsen Nivea.
Merbabu Family Park menambah daftar fasilitas umum yang layak anak untuk menjadikan Kota Malang yang layak dan ramah anak. Fasilitas bermain anak cukup banyak ada di Merbabu Family Park, termasuk untuk keluarga. Taman ini dilengkapi dengan area terapi, lapangan futsal, area bermain anak, area belajar, area olahraga dan lainnya.
“Taman Merbabu ini juga dapat dinikmati oleh kaum difabel. Fasilitas untuk mereka yang berkebutuhan khusus sudah ada di dalam taman. Sehingga semua masyarakat bisa menikmati Taman Merbabu,” kata Wali Kota Malang, H.Moch Anton, usai meresmikan Merbabu Family Park, kemarin.
Hanya saja, Abah Anton, sapaan akrab H. Moch Anton, masih ada dua fasilitas yang dibutuhkan untuk taman Merbabu, yakni belum ada toilet dan pos security. Harapannya, PT Beiersdorf sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan dapat melengkapi kedua fasilitas itu.
Rencananya, keberadaan taman itu akan dijaga selama 24 jam. Mengingat banyak fasilitas umum yang harus dijaga, agar dapat terus dinikmati masyarakat. Pasalnya, membangun lebih mudah daripada merawatnya. Merbabu Family Park yang sudah terbangun dengan baik harus dapat dirawat dan dijaga. Tidak hanya oleh petugas keamanan yang akan menjaganya, tapi juga oleh seluruh masyarakat Kota Malang.
“Kami juga meminta kepada warga sekitar taman untuk ikut bersama-sama merawat dan menjaga taman ini. Membangun itu hanya sebentar, tapi merawat itu tidak ada batas waktu,” ungkapnya.
Usai meresmikan Merbabu Family Park, wali kota yang didampingi Ketua TP PKK Kota Malang, Hj. Dewi Farida Suryani meninjau semua fasilitas yang ada di taman Merbabu bersama jajaran direksi PT Beiersdorf.
Walikota berharap, pengusaha-pengusaha lainnya dapat tergerak untuk bersama-sama mebangun Kota Malang yang lebih baik lagi. Kedepannya akan banyak lagi taman-taman kota yang asri dan ramah anak yang akan terbangun dari hasil kepedulian para pengusaha di Malang. Dalam waktu dekat akan mengembangkan Taman Merjosari yang memiliki lahan dua hektare untuk menjadi taman cemerlang.Di Kelurahan Mojolangu pun akan dibangun taman di lahan seluas dua hektare.
“Harapannya ruang terbuka hijau di Kota Malang akan terus bertambah hingga mencapai 20 persen. Penataan taman kota pun akan terus dilakukan untuk menjadikan Kota Malang green city,” terangnya.
Berbeda dengan Taman Cerdas Trunojoyo, Merbabu Family Park menyediakan banyak fasilitas untuk keluaga. Tidak hanya untuk anak-anaknya saja, orang tua pun dapat menikmati fasilitas yang ada seperti taman terapi, futsal, sarana olahraga dan lainnya. (aim)

Ide Pembangunan Melibatkan Masyarakat
MALANG-Dua taman yakni telah diresmikan yakni Taman Cerdas Trunojoyo dan  Merbabu Family Park memiliki ciri khas masing-masing. Keduanya, kini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
‘’Kedua taman ini dengan ciri khasnya masing-masing. Keduanya bisa dimanfaatkan berbagai macam aktifitas positif masyarakat,’’ kata Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Wasto, ketika memberikan sambutan di upacara pembukaan.
Menurut Wasto, momen diresmikan dau taman ini semakin terkesan karena beretepatan dengan satu abad Kota Malang.
‘’Yang lebih membahagiakan lagi adalah kedua taman tersebut hadir melalui paradigma pembangunan masa depan. Yakni menekankan pentingnya kerjasama antara pemerintah dan sektor swasta sebagai salah satu prasarat perwujudakan lingkungan kota hijau yang kondusif bagi aktifitas masyarakat  dan dunia usaha.  Yakni, menuju Kota Malang Green City dan Kota Malang yang Bermartabat,’’ tegasnya.
Menurutnya pula, Merbabu Family Park ini lahir dari keinginan untuk memaksimalkan fungsi RTH (Ruang Terbuka Hijau) sebagai tempat interaksi sosial tanpa mengesampingkan fungsi utamanya sebagai resapan air dan penyejuk lingkungan.
‘’Kami sangat bersyukur PT Beiersdorf memiliki pemikiran yang selaras dan langsung bergerak cepat menterjemahkan ide tersebut ke dalam langka nyata mewujudkan Merbabu Family Park,’’ jelasnya.
Proses Merbabu Family Park  ini dilaksanakan secara partisipasi yang melibatkan masyarakat. Tidak hanya Pemerintah Kota Malang dan PT Beiersdorf saja, namun juga masyarakat dengan harapan fasilitas yang dibangun sesuai dengan aspirasi calon pengguna utama taman ini.
‘’Berangkat dari serangkaian pertemuan tersebut, maka disepakati bahwa konsep Merbabu Family Park  sesuai namanya harus mampu mengakomodir aktifitas keluarga secara menyeluruh. Jadi tidak hanya bapak-bapak, ibu-ibu yang mengantarkan anaknya bermain. Tetapi sekaligus anak-anaknya  yang remaja, semuanya terlibat bermain secara aktif. Sehingga pulang dari taman ini  seluruh keluarga sehat wal afiat,’’ katanya.
Maka dari ide pemikiran tersebut lahirlah berbagai macam fasilitas di Merbabu Family Park ini. Diantaranya lapangan mini futsal yang bisa dimanfaatkan secara gratis oleh masyarakat melalui pengaturan yang adil. Playground untuk anak-anak bermain, tempat duduk untuk bersantai seluruh anggota keluarga, parkir untuk sepeda motor, pendistrian yang mengakomodir kebutuhan kaum difabel.
Termasuk, tempat sampah sebagai sarana edukasi budaya bersih. Begitupula adanya lampu taman yang memungkinkan aktifitas dilakukan sepanjang waktu dan pemasangan 300 biopori.  Pemasangan biopori ini terintergrasi dengan Gerakan Menabung Air yang sekarang sedang digalakkan Kota Malang.(jon)

Julie dan Mario Lebih Kerasan Tinggal di Malang
Kehadiran Merbabu Family Park tak hanya mendapat sambutan dari masyarakat Kota Malang. Brand ambassador Nivea, Julie Estelle dan Mario Lawalata untuk Nivea Men memberikan acungan jempol atas dibukanya taman kota yang berada di Jl Merbabu tersebut. Keduanya sengaja didatangkan dari Jakarta untuk persemian Merbabu Family Park, kemarin sore.
Julie Estelle mengatakan, sudah tiga kali ia datang ke Kota Malang dan selalu merasa senang bisa berkunjung ke kota pendidikan ini. Alasannya tentu saja karena hawa Kota Malang sangat sejuk dan masih banyak dipenuhi nuansa kehijauan. “Tidak seperti di Jakarta, di Malang udaranya dingin dan pemandangannya masih banyak yang hijau,” ungkapnya berseri-seri.
Kedatangan kali ketiganya di Malang ini semakin membuatnya senang karena keberadaan Merbabu Family Park. Taman keluarga yang disupport oleh PT Beiersdorf tersebut menjadi sarana yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat sekitar. Apalagi di tengah pembangunan kota yang serba modern, banyak ruang terbuka hijau yang digusur hanya demi pembangunan gedung pencakar langit.
“Akibat banyaknya gedung dan mall, keluarga di Jakarta biasanya menghabiskan waktu untuk refreshing hanya dari mall ke mall. Tapi kalau di Malang tidak. Dengan adanya taman-taman seperti Merbabu Family Park, keluarga bisa menikmati segarnya udara segar. Tidak melulu mall to mall seperti yang saya alami selama ini,” sambungnya.
Terlebih lagi, lanjut pemeran film The Raid 2 Berandal, Merbabu Family Park menawarkan beragam fasilitas untuk keluarga di Malang. Antara lain lapangan mini futsal, jogging track serta area bermain pasir untuk anak-anak.
Lain halnya dengan kegembiraan yang dirasakan oleh Mario Lawalata. Melihat keberadaan Merbabu Family Park, ia seakan teringat dengan masa lalunya. Saat itu, ia, mamanya Reggy Lawalata dan sang kakak Oscar Lawalata sering sekali mengunjungi taman kota untuk sekadar refreshing.
“Kalau dulu masih banyak taman-taman yang bisa kita temui. Tapi sekarang jarang sekali. Karena itu saya sangat bersyukur dengan adanya Merbabu Famili Park yang dipersembahkan oleh Nivea untuk masyarakat Malang. Merbabu Family Park bisa menjadi tempat untuk berkumpul bersama keluarga dan sahabat,” ungkap penggemar bola basket ini.
Keberadaan Merbabu Family Park juga dapat mendukung proses perkembangan fisik dan mental anak-anak. Di tengah kemajuan teknologi gadget, anak zaman sekarang paling senang bermain ponsel dan tablet. Akibatnya mereka enggan keluar dan bersosialisasi dengan kawan-kawan sebayanya. Selain itu, mereka juga jadi kurang berolahraga.
“Di Merbabu Family Park, anak-anak bisa melepaskan kebiasaan bermain gadget yang tidak sehat. Mereka bisa bermain futsal, bermain pasir pantai atau sekadar jalan-jalan mengitari taman. Ini membuat fisik dan mental mereka jadi lebih berkembang. Selain itu, kedekatan dengan kawan sebaya maupun keluarga juga dapat terbina dengan baik dibandingkan sekadar bermain gadget,” pungkas bungsu dari dua bersaudara itu. (nda) 

Please publish modules in offcanvas position.