Amuk Bromo Bisa Lebih Dahsyat

PONCOKUSUMO – Aktivitas vulkanik Gunung Bromo masih fluktuatif. Statusnya  masih bertahan pada siaga dengan  jarak aman 2,5 kilometer. Asap dan material vulkanik masih keluar dari kawah Bromo. Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mengingatkan warga agar tetap waspada.
“Selain kepada warga, kami mengimbau wisatawan agar taat dan berada pada  batas aman sejauh 2,5 kilometer,” tegas Kepala BPBD Kabupaten Malang, Hafi Lutfi kepada Malang Post, kemarin. Dijelaskannya, abu vulkanis Gunung Bromo menuju arah Lumajang dan Probolinggo. Namun, masih ada kemungkinan menuju arah Kabupaten Malang. Tergantung arah angin yang membawa abu vulkanis, matrial lainnya dan juga asap dari Gunung Bromo.
“Petugas kami masih siaga  di Desa Ngadas,  Kecamatan Poncokusumo dan Desa Taji Kecamatan Jabung. Selain itu, obat-obatan, kesehatan dan peralatan dapur sudah kami siapkan sejak jauh hari,” terangnya.
Dia memprediksi, aktivitas vulkanik  gunung yang terkenal dengan keindahan alamnya itu  belum mencapai puncaknya. Karena itu, ia kawatir akan ada letusan yang lebih besar lagi dan mengeluarkan lava pijar. Untuk itu, pihaknya tetap berkoordinasi dengan seluruh unsur  terkait guna memantau perkembangan terkini Gunung Bromo.
“Katanya lava pijar sempat muncul Senin kemarin pada malam hari. Bisa jadi, Gunung Bromo masih mengumpulkan energi untuk mengeluarkan lava Pijar,” terangnya. Dia menambahkan, menurut visual dan kegempaan di Pos Pengamatan Gunung Api Gunung Bromo, terjadi peningkatan aktivitas dalam 24 jam terakhir ini.
Abu yang menyembur dari kawah Bromo berwarna kecoklatan tebal dengan tekanan sedang-kuat. Ketinggian asap berkisar 1.500 meter di atas puncak kawah atau 3.829 meter di atas permukaan laut yang mengarah ke tenggara dan timur.
Sedangkan gempa tremor tercatat dengan amplitudo maksimum 6-36 milimeter dan dominan 17 milimeter.
“Yang jelas, Kabupaten Malang telah siap mengantisipasi bila terjadi letusan yang lebih besar. Mulai dari jalur evakuasi, masker, alat keselamatan, alat kesehatan, obat-obatan dan dapur umum telah kami siapkan. Meski demikian, kami tidak ingin hal itu terjadi dan aktivitas Bromo dapat terus menurun,” pungkasnya. (big/van)