Berangkat Setelah Tertunda Dua Tahun


Isak tangis warnai pemberangkatan calon jemaah haji Kota Batu kemarin
Calon Jamaah Haji


Setelah dua tahun tertunda, Mochammad  Laithoiful Kamal, 18 tahun, akhirnya dapat berangkat ke tanah suci. Kemarin, jamaah asal Jalan Dewi Sartika I, Kelurahan Temas, Kota Batu ini berangkat bersama-sama dengan 170 Calon Jamaah Haji (CJH) Kota Batu dari Masjid Brigjen Soegiyono, Balai Kota Among Tani, Pemkot Batu. Kamal merupakan jamaah termuda.
“Harusnya saya berangkat dengan kedua orangtua tahun 2014 lalu. Namun karena terkendala usia baru bisa berangkat sekarang,’’ katanya.
Ditemui Malang Post menjelang pemberangkatan, Kamal mengaku senang, karena bisa menunaikan ibadah haji tahun ini. Bahkan dia pun rela untuk cuti kuliah, agar dapat menunaikan rukun Islam kelima tersebut. ”Sekarang saya sendirian, karena ayah dan ibu serta anggota keluarga yang lain sudah berangkat dua tahun  lalu,” kata anak terakhir dari tiga bersaudara pasangan Sukadi dan Listiani ini.
Tapi Kamal mengaku tidak takut, meski harus berangkat sendiri. Dia sangat yakin dapat melaksanakan ibadah meskipun tanpa anggota keluarga yang lain. Terlebih, selain ada pembimbing, juga banyak jamaah dari Kota Batu.
Keberaniannya berangkat sendiri ini juga ditunjukkan Kamal saat dia pamit kepada kedua orangtuanya. Jika jamaah lain menangis begitu bersalaman dengan anggota keluarga mereka, Kamal justru banyak bersenyum. Kepada kedua orangtuanya, Kamal meminta doa restu agar selamat selama perjalanan dan melaksanakan ibadah di tanah suci hingga kembali ke tanah air.
Kemarin justru anggota keluarganya lah yang menitikkan air mata saat  Kamal menyalami mereka satu per satu. Mereka pun tidak lupa berpesan agar Kamal berhati-hati dan menjalankan ibadahnya dengan khusuk di sana.
Tidak terkecuali keluarga Suyatni. Jamaah tertua asal Kota Batu ini juga dilepas keluarganya dengan isak tangis. Mereka tidak kuasa membendung air mata, begitu Suyatni yang saat ini berusia 68 tahun masuk ke dalam bus empat yang akan membawanya ke Asrama Haji.
”Bu Suyatni tidak berangkat sendirian, tapi bersama anak dan keluarga lainnya, jumlahnya enam orang,’’ kata Rochman salah satu keluarga Suyatni. Kepergian Suyatni ke tanah suci ini bukan kali pertama dilakukan. Tahun 2009 lalu, Suyatni sudah menunaikan ibadah haji bersama almarhum suaminya Imam Nawawi.
Dia kembali ke tanah suci untuk memenuhi janjinya. Karena saat pulang ibadah haji pertama, Suyatni pernah berjanji akan datang lagi untuk menjadi tamu Allah SWT. ”Alhamdulillah, tahun ini berangkat,’’ tambah Rochman.