Berani Bersaing, Ciptakan One Stop Shopping

Ninin Sri Lestari, merupakan satu dari sedikit perempuan Kota Batu yang serius menekuni usaha di bidang pariwisata. Usahanya merintis pusat oleh-oleh sejak beberapa tahun lalu, kini sudah memberikan hasil yang spesial. Lihat saja pusat oleh-oleh Deduwa, yang menjadi salah satu pusat oleh-oleh papan atas di Kota Batu.
‘’Pokoknya harus berani bersaing. Itu kuncinya,’’ ungkap Ninin Sri Lestari kepada Malang Post.
Pusat oleh-oleh di komplek Batu Galeria, Jalan Diponegoro Kota Batu ini sudah menjadi jujugan wisatawan. Sebelum meninggalkan Kota Batu, mereka biasa mampir lebih dahulu ke Deduwa untuk belanja oleh-oleh demi keluarga, teman atau tetangga di kampung halaman.
Berani bersaing, kata Ninin, bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari pelayanan, kelengkapan stok dan kelengkapan fasilitas. Untuk fasilitas, ia berani unjuk diri karena memiliki lokasi parkir luas, stok oleh-oleh melimpah, serta lokasi berbelanja yang sangat nyaman. “Stok banyak, tapi parkir susah akan berpengaruh pada keinginan calon customer untuk mampir. Begitu juga jika parkir luas, stok banyak namun tidak diimbangi dengan pelayanan maksimal dan tempat belanja yang nyaman, pelanggan tidak akan kembali lagi,” urainya panjang lebar.
Ninin melihat, wisatawan biasanya juga butuh fasilitas toilet atau tempat makan yang nyaman. Sebab pusat oleh-oleh biasa digunakan sebagai rest area di sela-sela berkunjung dari satu destinasi wisata ke tujuan yang lain, sehingga wisatawan pun butuh fasilitas-fasilitas penunjang ketika mereka mampir.
‘’Kalau toilet sudah cukup. Berapapun wisatawan yang datang, mereka tidak perlu antre dan kebersihan terjamin,’’ kata dia.
Malahan, perempuan yang berdomisili di Jalan Sahar Kota Batu ini sudah melakukan ekspansi dengan membuka Resto Deduwa demi melengkapi fasilitas. Resto itu cukup besar karena mampu menampung sekitar 500 orang. Harga makanan pun bersaing dengan menu yang cukup lengkap serta ada free hiburan elekton untuk pemesanan minimal 80 orang. Ninin ingin menciptakan one stop shopping area yang memanjakan wisatawan.
“Jadi wisatawan yang datang untuk membeli oleh-oleh tidak perlu ke tempat lain untuk makan sebab di sini sudah ada resto. Begitu juga sebaliknya,” tegasnya.
Di Kota Batu, kata dia, banyak usaha yang dikelola oleh kaum pria, termasuk pusat oleh-oleh. Namun ia meyakini kaum perempuan pun dapat bersaing dan tidak boleh kalah saat mengelola bisnis. Apalagi, jika ditelisik lebih lanjut, sebagian besar customer yang berbelanja oleh-oleh adalah perempuan. Maka seharusnya, lanjut dia, perempuan dapat lebih jeli melihat keinginan  customer perempuan berdasarkan pengalaman pribadi.
“Pengalaman saya saat berbelanja oleh-oleh di tempat wisata menjadi pembelajaran untuk terus meningkatkan kualitas layanan di sini,” pungkasnya. (feb/han)