Disiapkan Jalur Alternatif Lewati Malang Raya

MALANG – Pemudik wajib tahu jalur alternatif di Malang Raya untuk menghindari kemacetan arus lalu lintas lebaran mendatang. Tahun ini diprediksi terjadi peningkatan kendaraan lebaran. Untuk itu tiga Polres dan Dinas Perhubungan di Malang Raya telah mempersiapkan sejumlah jalur alternatif. (Lihat Grafis, Red).
Kabupaten Malang merupakan jalur utama yang dilintasi pemudik. Berdasarkan prediksi peningkatan volume kendaraan, pada lebaran 2015. Jumlah kendaraan mudik untuk roda dua sekitar 721.722 kendaraan. Sedangkan untuk roda empat sekitar 337.326 kendaraan. Kemudian untuk arus balik, roda dua sekitar 879.428 kendaraan dan roda empat 535.050 kendaraan.
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Malang, membuka jalur alternatif saat liburan lebaran nanti. Yaitu jalur alternatif untuk Lawang – Singosari dan Malang – Kepanjen. Jalur ini untuk mengantisipasi kepadatan atau kemacetan saat arus mudik dan balik.
Menurut Kadishubkominfo Kabupaten Malang, Abdul Rahman Firdaus Jalur alternatif Lawang – Singosari, dibuka empat jalur. Pertama Sumberwaras – Sumberwuni dan Bedali. Kedua Patal – Pasar Lawang. Ketiga Rogonoto – PJR. Dan keempat Tumapel – Kertanegara.
Sedangkan jalur alternatif Malang – Kepanjen, dibuka tiga jalur alternatif. Yaitu Ngadilangkung – Jalibar dan Talangagung. Kedua Pertigaan Bagong, Dilem dan Sukun. Ketika Pakisaji (Puskesmas/Kendalpayak), Karangduren, Ketapang lalu Kepanjen.
“Namun kami juga mengimbau kepada masyarakat Malang Raya, pada saat arus mudik dan balik nanti, untuk tidak panik dan menggunakan jalur alternatif. Lebih baik menggunakan jalur poros atau utama terlebih dahulu, ketika mau bepergian ke luar kota,” terang Abdul Rahman Firdaus.
Untuk jalur alternative nantinya akan diberi petunjuk. Ia menambahkan, untuk volume kendaraan arus mudik dan balik, dipastikan akan mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Ini dikarenakan setiap tahun jumlah kendaraan terus mengalami kenaikan.
Sementara untuk arus mudik lebaran 2014 lalu, roda dua sebanyak 655.111 kendaraan. Lalu kendaraan roda empat 306.660 kendaraan. Sedangkan untuk volume arus balik, roda dua sebanyak 799.480 kendaraan. Dan roda empat sebanyak 486.409 kendaraan.
Terpisah, Kasatlantas Polres Malang, AKP Bobby Adimas CP, SH,S.IK, mengatakan sudah mengantisipasi terjadinya kepadatan arus saat arus mudik dan balik saat lebaran nanti. Polres Malang akan menjalin koordinasi dan komunikasi dengan Polres Malang Kota dan Polres Batu untuk mencegah kemacetan.
“Sudah ada SOP penanganan macet di Malang. Karena sebelumnya antara Polres Malang, Polres Malang Kota dan Polres Batu sudah bersama-sama koordinasi di Polda Jatim. Koordinasi dengan Polres samping ini, kami lakukan karena sebagian besar tujuan kendaraan adalah ke Kota Malang dan Kota Batu,” terang Bobby.
Apakah akan menerapkan contra flow ? Bobby menegaskan, contra flow akan diterapkan ketika salah satu arus tidak mengalami kepadatan. “Namun jika dua arus keluar masuk mengalami kepadatan, maka contra flow tidak kami lakukan. Nantinya akan lebih pada pengaturan atau pengalihan arus ke jalur alternatif,” jelasnya.(red/mp)