Komentar Gubernur, Bupati, Wali Kota

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo, SH, H. Hum
Mata dan Telinga Pemerintah di Daerah

Sebagai pembuatan kebijakan, Pemprov Jatim tidak mungkin melihat dan mengetahui langsung implementasi kebijakan di masyarakat. Pemerintah perlu mata dan telinga untuk bisa mengerti sampai sejauh mana kebijakannya itu dinikmati masyarakat.
Jawa Timur dengan 38 kabupaten/kota dan hampir 40 juta penduduknya, tidak Pemprov Jatim bisa melihat secara langsung bagaimana hasil pembangunan dirasakan masyarakatnya. Karena itu dibutuhkan mata dan telinga di setiap daerah.
Di sini, peran pers dalam hal ini media massa sangat dibutuhkan sekali. Tidak hanya media massa di ibukota Jatim, Surabaya, tetapi juga di daerah-daerah. Sehingga setiap hari, Pemprov Jatim tidak terlambat mengetahui segala perkembangan di Jatim.
Malang Post, sebagai korane Arek Malang  telah menjalankan fungsi mata dan telinga pemerintah. Tidak hanya itu, koran lokal seperti Malang Post sekaligus bisa menjadi fungsi lembaga kontrol untuk semua kebijakan pemerintah. Apalagi di Malang Raya, yang wilayahnya cukup luas dan bergerak dinamis.
Karena itu, Selamat Hari Ulang Tahun ke 17 untuk Malang Post. Semoga semakin jaya serta terus menjadi  mata, telinga dan fungsi kontrol segala kebijakan pemerintah.(has/ary)

    
Bupati Malang Dr. H. Rendra Kresna
Malang Post Edukasi Masyarakat
Perjalanan koran Malang Post selama 17 tahun, dinilai sukses memberikan edukasi kepada masyarakat Malang Raya. Melalui informasi yang diberikan secara berimbang, sesuai data dan fakta yang terjadi di lapangan. Saya mengucapkan selamat ulang tahun ke 17 kepada Malang Post. Semoga ke depannya dapat terus memberikan edukasi kepada masyarakat, melalui berita yang disajikan.
Pada era modern seperti sekarang, masyarakat sangat mudah memperoleh akses informasi. Banyak media yang bermunculan media, namun Malang Post konsisten memberikan informasi kepada masyarakat.
Kiprah media terutama Malang Post, juga turut membantu kinerja dan pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.  Lantaran Pemkab Malang, membutuhkan media untuk menyampaikan hasil kerjanya. Termasuk juga Malang Post, juga mengkritisi dan mengevaluasi kinerja pemerintahan.
Peranan media, juga mengawal kinerja yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Sehingga, apa yang menjadi kekurangan, bisa menjadi acuan untuk dilakukan evaluasi.  Malang Post harus terus menjaga eksistensinya sebagai media yang idependen dan berimbang.
Tanpa media, tentunya Pemkab Malang tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk itu, saya berharap Malang Post tetap eksis menyajikan berita yang berkualitas. Terutama, harus memberikan edukasi kepada masyarakat.(big/ary)

Wali Kota Batu H. Eddy Rumpoko
Kritiknya Membangun dan Memberi Solusi
Malang Post dan Kota Batu merupakan ibarat dua keping mata uang yang saling membutuhkan. Warga Kota Batu sangat membutuhkan informasi dari Malang Raya dan itu bisa didapatkan dari Malang Post. Sedangkan warga Kota Batu maupun Pemkot membutuhkan Malang Post untuk menyuarakan perkembangan-perkembangan kota wisata.
Saya bersyukur Malang Post bisa eksis dan sekarang sudah memasuki usia ke-17.
Saya menyadari, perkembangan Kota Batu yang sangat dahysat selama ini terutama dari sektor wisata juga sebagian peran dari media. Peran itu salah satunya diemban oleh Malang Post sebagai koran lokal Malang Raya. Sebagus apapun perkembangan Kota Batu jika tidak ada media yang memuat beritanya maka semua program pembangunan tidak ada apa-apanya.
Sebagai Kota Wisata, Batu butuh semakin dikenal. Dengan dikenal, maka pengunjung yang datang ke objek wisata dan tujuan lain akan sangat meningkat. Sisi positif dari peningkatan jumlah kunjungan itu memutar perekonomian warga Batu sehingga semakin meningkatkan kesejahteraan.
Malang Post juga bisa berisi kritik-kritik kebijakan dari Pemkot Batu. Hanya saja kritik tersebut juga yang bersifat membangun sehingga ada solusi-solusi yang ditawarkan.
Kurangnya fasilitas untuk pembangunan sebuah kota bisa menjadi santapan Malang Post. Misalnya ada petugas yang kurang proaktif dalam pengaturan lalu lintas, penataan parkir dan lainya bisa diungkapkan sebagai bahan perbaikan. Selanjutnya saya sampaikan Dirgahayu Ulang Tahun ke-17 Malang Post.(feb/ary)

Wali Kota Malang H. Moch Anton
Merakyat dan Mencerdaskan
Selamat Ulang Tahun ke-17 Malang Post. Tak terasa Malang Post sudah mendampingi masyarakat Malang Raya dan Indonesia selama 17 tahun. Menjadi mitra Pemkot Malang dalam memberikan informasi pembangunan dengan kritikan yang membangun. Semoga Malang Post tetap menjadi media yang merakyat dan mencerdaskan masyarakat. Karena Malang Post Korane Arek Malang. Jaya terus Malang Post.