Opor Ayam Ketupat Sayur Rebung Jadi Menu Istimewa

Lebaran menjadi saat istimewa bagi Kapolres Malang, AKBP Aris Haryanto. Meski saat lebaran masih harus menjalankan tugasnya, tetap selalu ada menu istimewa di rumahnya saat merayakan lebaran. Opor ayam, ketupat dan sayur rebung, menjadi menu masakan khas lebaran yang selalu ada di kediamannya. Ditambah dengan sambal goreng kentang, untuk melengkapi menu istimewa.
"Kalau di rumah dinas dan rumah mertua, menu masakan itu harus ada. Terutama sayur rebung yang paling saya sukai," ujar Aris Haryanto.
Berbeda lagi, ketika perwira dengan pangkat dua melati ini pulang ke kampung halamannya di Purwokerto, Jawa Tengah. Ikan gurami selalu menjadi menu andalan bersama keluarga. "Kalau saya pulang ke rumah orang tua, ibu selalu memasakkan pecak gurami," tuturnya.
Saat lebaran kali ini, Aris mengatakan pada hari pertama akan salat Idul Fitri dan lebaran di Malang. Diawali dengan sungkeman bersama keluarga, istri dan anak-anaknya.
"Karena saya sebagai Kapolres, setelah itu saya membuka acara silaturrahmi dengan anggota. Biasanya, usai salat Idul Fitri anggota datang ke rumah untuk silaturrahmi dan saling bermaafan," jelasnya.
Baru sore harinya, ketika waktu sudah senggang bersama dengan keluarga, Aris Haryanto, lalu silaturrahmi ke rumah mertua di Surabaya. "Di Surabaya, hanya semalam saja. Karena hari kedua, sudah harus balik lagi ke Malang," katanya.
Ada hal mengesankan yang diingatnya sampai sekarang. Pada saat kecil masih sekolah dasar (SD), setiap lebaran Aris (kecil) saat awal puasa sampai lebaran selalu dititipkan di rumah kakek dan neneknya di Jawa Tengah. Selama puasa ia diajak untuk panen cengkeh di kebun.
Cengkeh yang didapat Aris dari panen, kemudian ditimbang perkilo. "Setiap kilonya saya selalu mendapat uang dari kakek-nenek. Uang itulah yang selalu menjadi uang saku lebaran," jelasnya.
Selama menjadi polisi mulai 1995, Aris mengaku belum pernah lebaran berkumpul dengan orangtua dan keluarga kandungnya. Sebab Aris mengatakan baru pulang ke rumah, setelah sebulan lebaran. Sehingga ketika pulang, hanya bertemu dengan orangtua, tidak dengan keluarganya.
"Tetapi saya mensiasati, agar hubungan saudara tidak sampai putus, setiap usai salat Idul Fitri saya selalu menghubungi orangtua dan keluarga melalui telepon. Dan selama tiga sampai emat hari pulang kampung, selalu saya sempatkan untuk keliling ke rumah keluarga dan sanak famili," paparnya.
Apakah saat ini setiap lebaran selalu sediakan angpao, seperti adat di perkmapungan ? Aris mengakui bahwa angpao memang harus ada. "Angpao itu, untuk memberi uang saku lebaran bagi keponakan yang datang ke rumah," tambahnya.(agp/aim)