Pilih Calon Asal Jatim

MAKASSAR - Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Malang akan memilih calon ketua PP Muhammadiyah yang berasal dari Jatim. Dalam sidang tanwir kemarin, tiga calon dari Jatim masuk dalam 39 nama calon pimpinan PP Muhammadiyah, yakni Prof Dr Muhadjir Effendi, Prof Dr Thohir Luth dan Prof Dr Syafik Mughni.
Sekretaris PDM Kota Malang Dr EM Sangadji mengatakan, pihaknya bersyukur karena tiga tokoh asal Jatim tersebut masuk dalam daftar yang akan dipilih pada sidang tanwir berikutnya. " Kami tentu akan mengutamakan calon dari Jatim," katanya kepada Malang Post kemarin.
 Dia menjelaskan, tiga nama tersebut memang layak memimpin Muhammadiyah untuk lima tahun mendatang. Apalagi ketiganya punya pengalaman memimpin Muhammadiyah. muhadjir saat ini rektor UMM dan wakil ketua PWM Jatim, sedangkan Thohir saat ini ketuanya. Diantara tiga nama itu, Syafik menurut Sangadji, yang paling layak memimpin Muhammadiyah, apalagi saat ini sudah menjadi pengurus PP Muhammadiyah. Meskipun demikian ketiganya punya modal untuk menjadi pimimpinan organisasi tersebut.
 Mengenai ketiga nama tersebut, memang nama Syafik yang memiliki kapasitas yang paling pas sesuai dengan tantangan Muhammadiyah ke depan. Meskipun tidak secara langsung menyebutkan, ketua PP Din Syamsudin mengisyaratkan pengurus daerah untuk memilih Syafik. Sangadji menyebut beberapa kelebihan Syafik diantara kemampuan untuk membawa Muhammadiyah bukan saja di dalam negeri tapi juga ke pentas internasional. " Pak Syafik punya kemampuan bahasa internasional Inggris dan Arab dengan baik. Ini modal yang paling baik untuk Muhammadiyah ke depan," terangnya.
 Pemimpin Muhammadiyah masa depan harus punya persyaratan ideologi, ahlak dan ahli organisasi. Muhammadiyah harus bisa memperbaiki kehidupan bangsa ke arah yang lebih baik melalui perbaikan sistem konstitusi, terutama produk parlemen yang justru bertentangan dengan Pancasila. " Banyak aturan yang dihasilkan parlemen justru merugikan rakyat. Muhammadiyah sudah beberapa kali melakukan upaya judicial review UU yang merugikan rakyat," katanya. (nun)