Sosialiasi Layanan Sangat Kurang

MALANG - Pelayanan jaminan pemeliharaan kesehatan yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) dinilai sangat membantu masyarakat. Namun seiring peningkatan kepesertaan, tak diimbangi dengan sosialiasi hak para peserta. Akibatnya, masyarakat masih belum sepenuhnya tahu hak sebagai peserta BPJS.
Jika melihat dari perkembangan data yang ada, menurut dr. Tri Wahyu Sarwiyata, M.Kes., Dosen Kedokteran Universitas Islam Malang (Unisma) menyatakan peserta BPJS sudah mulai meningkat dari asuransi kesehatan yang lain.
Namun, sayangnya, peningkatan itu tak diimbangi dengan pemahaman layanan yang baik oleh para peserta. Pria yang akrab disapa Wahyu itu mengaku seringkali menemui peserta BPJS yang meminta jatah melebihi aturan yang telah ditetapkan.
”Beberapa pasien minta ruangan yang levelnya lebih tinggi. Jadi bilamana levelnya kamar 1, ia mintanya kamar VIP. Ketika diminta untuk nambah pembayaran mereka protes. Akhirnya kami memberikan penjelasan kepada mereka, baru mereka ’oh gitu’,” ungkap Wahyu sembari menirukan respon peserta BPJS.
Selain itu, ada pula peserta yang meminta obat lebih mahal dari jatah yang telah ditentukan dengan alasan tak terbiasa. Terpaksa para tenaga kesehatan harus kembali memberikan penjelasan mengenai aturan yang ada.
Kendala tersebut, menurut Direktur Rumah Sakit Islam Unisma itu, disebabkan oleh kurangnya perhatian masyarakat saat mendengarkan sosialisasi dari BPJS.
”Tipe masyarakat kita kan gitu, kalau dibilangi gitu selalu mengiyakan. Tapi ketika nanti mengalami sakit gitu misalnya, akan banyak minta ini itu sesuai yang ia harapkan. Karena tidak paham secara detail aturannya seperti apa,” urai Wahyu.
Kendati demikian, menurut Dosen Patologi Klinik itu, sosialisasi BPJS masih harus ditingkatkan dikalangan masyarakat. Harapannya untuk menghindari masalah ketidaksepahaman semacam itu.
Terkait pelayanan BPJS sendiri, Wahyu menyatakan sudah cukup baik dan membantu masyarakat. Layanan ini merupakan satu bukti komitmen pemerintah terhadap masyarakat.
”Dengan BPJS ini peran pemerintah benar-benar terlihat. Menurut saya ini positif,” tandas Wahyu.
Namun, ia memberikan saran kepada BPJS untuk selalu melihat dan memantau data perkembangan jumlah peserta BPJS. Karena nantinya, kualitas pelayanan akan berbanding lurus antara jumlah peserta dengan jumlah petugas kesehatan yang diberikan.
”Kalau sekarang ini saya kira masih mencukupi. Tapi karena jumlah peserta BPJS terus bertambah, maka BPJS juga harus siap-siap menambah jumlah petugas kesehatan,” pungkas Wahyu. (ary/mp)