TNI Lahir, Tumbuh, Kuat Bersama Rakyat

Meski digelar setiap tahun, latihan Uji Siap Tempur (UST) yang dilaksanakan Batalyon 512/Quratha Yudha (Yonif 512/QY) tak hanya sekadar rutinitas semata. Pelatihan yang diikuti 317 prajurit dari satuan tersebut, merupakan upaya serius bagi TNI untuk menghadapi tantangan bangsa di kemudian hari.
"Latihan ini bukan memenuhi kewajiban semata, namunbenar-benar dihadapkan pada tercapainya tujuan dan sasaran yang dikehendaki," kata Danrem 083/Baladhika Jaya (Bdj), Kolonel Inf Fajar Setyawan, yang juga merupakan komandan latihan UST, kemarin.
Menurutnya, upaya untuk mencapai tujuan dan sasaran yang dikehendaki ini, sesuai dengan standarisasi yang telah ditentukan oleh komandao atas. Ia mengakui, seiring dengan upaya pemerintah dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa, tantangan para TNI ke depan semakin berat. Apalagi, bila harus dihadapkan dengan perkembangan situasi keamanan dalam negeri.
"Jadi, para prajurit melakukan latihan ini dengan sangat serius agar manfaat dari latihan ini bisa dirasakan dengan maksimal," jelas Fajar. Selain untuk mengasah kemampuan tempur para prajurit, pelatihan UST juga merupakan bentuk aplikasi dari materi-materi yang selama ini telah diberikan oleh para pelatih, mulai ditingkat regu, peleton, hingga kompi.
Uji Siap Tempur Batalyon ini, merupakan puncak dari semua proses yang telah dilalui oleh para prajurit sebelum-sebelumnya. Semua aspek yang meliputi personel, materiil, teknik tempur dalam melaksanakan satuan tugas tempur harus disiapkan. "Ini semua harus dilakukan demi kedaulatan NKRI," tegas Fajar.
Ia berharap, dengan pelatihan UST yang dilaksanakan selama empat hari itu, dari Senin 14 September 2015 sampai 17 September 2015 itu, para prajurit Yonif 512/QY bisa meningkatkan kedisiplinan dan profesionalitas sebagai anggota TNI. Serta, tidak melupakan semboyan Manunggaling TNI-Rakyat.
"Karena TNI itu, lahir dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Karena itu, kami harus benar-benar melatih profesionalitas untuk menghapuskan batas antara TNI dengan rakyat," pungkas Fajar.
Tingkatkan Profesionalisme Prajurit TNI AD

Latihan Uji Siap Tempur (UST) oleh Batalyon Infanteri 512/Quratha Yudha (Yonif 512/QY), merupakan latihan selama empat hari yang dilakukan di tiga titik, untuk mempertajam naluri tempur para prajurit, sehingga mampu bertempur di setiap kondisi. Pelatihan yang digelar di kawasan Kabupaten Malang dan Kabupaten Pasuruan itu, merupakan upaya TNI untuk meningkatkan profesionalisme sebagai garda terdepan dalam mempertahankan kedaulatan NKRI.
Danrem 083/Baladhika Jaya (Bdj) dan Komandan Latihan Kolonel Inf Fajar Setyawan mengatakan, melalui pelatihan UST ia berharap para prajurit mampu meningkatkan profesionalisme bagi personel khususnya prajurit Yonif 512/QY, baik dalam bersikap, maupun dalam berperilaku.
Ia berharap, pelatihan UST mampu membuat para prajurit berperilaku layaknya seorang prajurit yang memiliki naluri bertempur serta memiliki tanggung jawab. Tak hanya itu, tentunya UST ini akan membuat para prajurit Yonif 512/QY bisa mengambil keputusan pada situasi dan kondisi yang sulit secara cepat dan tepat.
"Tak hanya kemampuan perorangan dari anggota TNI saja yang terasah, kemampuan regu juga harus mampu meningkat. Kemampuan gerakan perorangan hingga kelompok menjadi hal paling penting dalam pelaksanaan kegiatan ini," ungkap Fajar.
Selain itu, melalui pelatihan UST ini juga diharapkan bisa menambah wawasan para personel, sehingga mereka mampu mengoptimalkan aplikasi doktrin, teknik dan taktik bertempur dengan persenjataan yang dimiliki secara baik dan benar.
"Hingga akhirnya pertempuran dapat dimenangkan tanpa ada korban dipihak kita. Latihan ini perlu dilaksanakan secara terus menerus agar kita tidak terlena dalam keadaan maupun situasi damai seperti saat ini, karena musuh atau lawan datang dan menyerang disaat kondisi kita sedang terlena," pungkasnya. (erz/aim)